Pekan Depan, 330 Sekolah di Kota Bandung Mulai PTM dengan Kapasitas 50%

Arif Budianto, Koran SI · Kamis 02 September 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 65 2465115 pekan-depan-330-sekolah-di-kota-bandung-mulai-ptm-dengan-kapasitas-50-LO1ItgXUGb.jpg Foto: Illustrasi Sindo

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung bakal mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di 330 sekolah pada 8 September 2021 mendatang. Ratusan sekolah itu nantinya boleh melakukan pembelajaran dengan kapasitas 50%.

Ratusan sekolah tesebut tersebar di 30 kecamatan di Kota Bandung dari semua jenjang pendidikan yaitu PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Secara rinci, terdiri atas PAUD/TK 65, SD 99, SMP 42 sekolah, SMA 46 sekolah, SMK 20 sekolah, dan 58 sekolah di bawah Depag.

Baca juga:  Wapres Tinjau Pembelajaran Tatap Muka di Pondok Pesantren Darunnajah

Kabid Pengembangan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Bandung Bambang Arianto mengatakan, PTM di Kota Bandung bakal dilakukan secara bertahap, tidak serta merta bisa dilakukan setiap sekolah. Mereka yang menggelar PTM adalah yang sudah dinyatakan lolos proses verifikasi dan persyaratan lainnya.

Nantinya, sekolah yang telah dinyatakan lolos akan masuk tahapan PTM. Di mana untuk sekolah tahap uji coba kapasitas siswa hingga 25%, transisi antara 25 hingga 50%, adaptasi kebiasan baru 50 hingga 75%, dan new normal hingga 100%.

Baca juga:  Ganjar: Anak-Anak Mulai Terbiasa Model Kelas Bergiliran

"Pada 8 September, nanti ada 330 sekolah. Mereka sudah masuk masa transisi. Mereka sudah lolos verifikasi dan sudah diijinkan artinya mereka bisa PTM dengan kapasitas 25 sampai 50 persen. sekarang sedang bersiap secara maksimal sampai 50 persen," kata Bambang dalam acara Bandung Menjawab, Kamis (2/9/2021).

Menurut dia, siswa di 330 sekolah tersebut tidak diharuskan divaksinasi. Hal itu sesuai dengan Permendagri di mana tidak ada aturan yang mengharuskan vaksinasi bagi siswa di bawah 12 tahun. Akan tetapi, Permendagri itu menjelaskan guru dan siswa harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, sekolah yang menyelengarakan PTM harus mematuhi semua persyaratan. Seperti punya satgas, mempunyai kurikulum PJJ dan PTM, sudah lakukan kampanye prokes, dan memiliki peralatan yang memadai utuk menggelar PTM dan PJJ.

"Nanti setiap kelas hanya boleh menggelar PTM selama dua jam dan maksimal dua mata pelajaran. Selain itu, kami juga telah membuat SOP bagaimana mereka datang dan pulang. Kami sudah memiliki data siswa, mama siswa yang sekolah naik angkot, kendaraan sendiri, atau lainnya," beber dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini