Pemkot Jakbar Klaim 94% Siswa Telah Divaksin

Dimas Choirul, MNC Media · Senin 30 Agustus 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 65 2463276 pemkot-jakbar-klaim-94-siswa-telah-divaksin-wcMgdkmJfk.jpg Siswa sekolah tatap muka (foto; dok MNC Portal)

JAKARTA - Sebanyak 94% siswa di wilayah Suku Dinas Pendidikan II yang terdiri dari Kebon Jeruk, Kembangan, Grogol Petamburan, Pal Merah telah tervaksinasi. Hal itu dipastikan Kepala Seksi Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Jakarta Barat II Masduki saat ditemui di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Grogol.

"Sampai saat ini sudah 94 persen. Itu data terakhir hari ini," katanya, Senin (30/8/2021).

Baca juga:  Begini Proses Pengajuan agar Sekolah Bisa Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Menurutnya, capaian itu terjadi berkat sosialisasi vaksin yang dilakukan Sudin Pendidikan Jakarta Barat II terhadap orang tua murid. Sebab, selama ini pihaknya terkendala dalam memvaksin siswa lantaran orang tua murid yang kurang teredukasi soal vaksin.

"Kita memang sudah melakukan sosialisasi ke semua orang tua murid. Akhirnya saat ini mereka sadar karena mereka juga ikut vaksin," tuturnya.

Baca juga:  Syarat PTM di Jakarta, Siswa dan Guru Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksinasi

Dengan capaian ini, pihaknya semakin dekat dengan target pencapaian 95 vaksin khusus siswa untuk bulan Agustus."Kita maksimalkan vaksin agar siswa bisa aman melakukan PTM," jelas Masduki

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Barat menyebutkan sebanyak 69.442 dari 77.158 siswa tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) sudah menerima suntik vaksin Covid-19 dosis satu. Para siswa tersebut menerima suntik vaksin di gerai yang disediakan pihak sekolah sebanyak 24 lokasi di wilayah Jakarta Barat.

Gerai vaksin tersebut tidak bisa beroperasi secara bersamaan lantaran kekurangan tenaga medis. Alhasil, para tenaga medis pun berpindah pindah dari satu sekolah ke sekolah lain untuk menggelar vaksinasi massal.

Tidak hanya tenaga kesehatan, para guru dan pegawai sekolah juga dilibatkan dalam program vaksinasi massal tersebut. Mereka dilibatkan sebagai tenaga administrasi untuk mendata para peserta vaksin. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini