Survey KPAI : 88% Anak Mau Divaksinasi

Neneng Zubaidah, Koran SI · Selasa 31 Agustus 2021 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 65 2463704 survey-kpai-88-anak-mau-divaksinasi-vOD2DfPA83.jpg Siswa saat divaksin (foto: Uchealt)

JAKARTA - Hasil survey yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan bahwa 88% anak menyatakan bersedia divaksin. Namun masalahnya meski bersedia di vaksin tetapi banyak anak-anak yang belum berkesempatan mendapatkan vaksin.

Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengatakan, KPAI melakukan survey mengenai persepsi peserta didik terkait vaksinasi anak usia 12-17 tahun yang saat ini sedang digencarkan oleh pemerintah.

Baca juga:  Pemkot Jakbar Klaim 94% Siswa Telah Divaksin

Survey ini diikuti oleh 86.286 partisipan/responden dari jenjang pendidian SD/MI, SMP/Mts, MA/SMA/SMK, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB). Adapun asal daerah para partisipan berasal dari 34 provinsi di Indonesia, bahkan diikuti juga peserta didik dari Sekolah Indonesia Luar negeri (SILN).

Retno menyebut, dari 86.286 responden menunjukkan bahwa 88% responden bersedia untuk divaksin. Kemudian 9 % mengaku ragu-ragu dan hanya 3 % yang tidak bersedia untuk divaksin.

Baca juga:  Begini Proses Pengajuan agar Sekolah Bisa Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Retno mengungkapkan, jawaban tertinggi anak yang mau bersedia di vaksin dengan persentase 47% itu adalah agar tubuhnya memiliki antibodi terhadap virus Covid-19.

"Sehingga jika tertular Covid-19 hanya bergejala ringan saja dan tidak perlu dirawat di rumah sakit," katanya pada Rakornas KPAI secara daring.

Alasan lainnya, ucapnya, ialah agar anak memiliki kekebalan dari virus Corona (25%) dan alasan supaya aman mengikuti pembelajaran tatap muka sebesar dijawab oleh 25% responden.

Sementara 2 % lainnya mau vaksin karena dibujuk orang tua. Lalu 2 % responden menyatakan alasan lain. Misalnya merasa vaksinasi ini adalah kewajiban, agar bisa bepergian kemana saja dan agar terus mendapat bansos dari pemerintah.

Meski persentase anak yang mau divaksin itu tinggi namun hasil survey KPAI menyebutkan bahwa baru 35% anak yang sudah mendapatkan vaksinasi. Sedangkan 64% diantaranya belum di vaksin.

"Jadi capaian vaksin dewasa masih kecil dan untuk anak juga begitu. Ini kan menujukan bahwa searah juga bahwa keinginan untuk divaksin tdak sejalan dengan fasilitas vaksin yang ada di wilayahnya," katanya.

Retno menjelaskan, dari jumlah 64% yang belum di vaksin tersebut, 57% responden menyatakan belum divaksin karena belum berkesempatan mendapatkan vaksin. Lalu 8 % belum 3 bulan sejak dinyatakan sembuh dari covid, 4 % karena memiliki komorbid dan alasan lainnya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini