Dia menjelaskan, tidak semua PTM dilaksanakan di sekolah secara keseluruhan. Sekolah tetap melakukan pembelajaran secara daring, karena sekolah tatap muka kali ini hanya diikuti 50% siswa dari total kapasitas ruangan, sedangkan kurikulum yang digunakan menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.
"Sejak musibah ini terjadi, sekolah melakukan pembelajaran secara daring dan masih banyak daerah yang mengalami kendala, karena sinyal tidak terjangkau serta beberapa permasalahan lainnya,"katanya.
Ia menjelaskan PTM menjadi prioritas guna meningkatkan SDM generasi muda agar tetap berkualitas.
"Ya meski demikian, kita harus pastikan langkah yang diambil sudah cukup untuk melindungi anak-anak kita dan orang tua di rumah dari Covid-19 dengan menerapkan prokes yang ketat saat PTM," katanya. (din)
(Rani Hardjanti)