JAKARTA - Rencana pembukaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah didengar beberapa sekolah di Jakarta Barat. Pembukaan PTM ini menyusul status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta turun menjadi Level 3.
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 3 Tomang, Wahyudi, mengaku menyambut positif rencana pembukaan PTM ini. Ia mengatakan dirinya maupun murid-muridnya sudah jenuh dengan pembelajaran online selama pandemi Covid-19.
"Menyambut positif terkait pembukaan PTM. Karena sudah cukup lama juga kegiatan pembelajaran secara online yang dilakukan sekolah. Tentunya bukan hanya saya atau murid-murid saya, mungkin sekolah-sekolah lain mengalami kejenuhan yang sama yang sekian tahun menghadapi pembelajaran secara online," kata Wahyudi saat ditemui di SMK Muhammadiyah 3, Jakarta, Rabu (25/8/2021).
Baca juga: Ketua DPR: Pembelajaran Tatap Muka Perlu Pengawasan Bersama
Wahyudi menyebutkan, jika SMK Muhammadiyah ditunjuk sebagai sekolah yang akan menjalankan PTM, pihaknya akan menyambut antusias kebijakan ini. Persiapan yang dilakukan pihaknya sudah dilakukan jauh sebelum rencana ini diserukan.
"Jika SMK Muhammadiyah 3 ini mendapat kesempatan untuk menjalankan PTM di tanggal 30 Agustus, tentu kami menyambutnya secara antusias dan akan melaksanakan kegiatan itu sebaik-baiknya, karena tentu kesempatan terbaik bagi kami untuk memberikan pendidikan secara langsung," ujar Wahyudi.
Baca juga: Pemerintah Lakukan Asesmen Nasional pada Daerah PPKM Level 4
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA 23 Negeri Jakarta, Edi Susilo juga mengaku akan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan Dinas Pendidikan. Ia mengatakan pihaknya akan siap menjalankan PTM ini di tengah pandemi Covid-19.
"Kami dari SMA N 3 Jakarta tentunya kita akan mengikuti apapun yang diperintahkan oleh Dinas Pendidikan. Dari SMA 23 Jakarta Insya Allah akan siap seandainya itu betul di tanggal 30 Agustus akan ada PTM," ujar Edi saat ditemui MNC di SMA 23 Negeri.