Kemendikbudristek Imbau Pemda dan Sekolah Perbarui Dapodik untuk Perhitungan BOS Reguler

Neneng Zubaidah, Koran SI · Rabu 25 Agustus 2021 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 65 2460781 kemendikbudristek-imbau-pemda-dan-sekolah-perbarui-dapodik-untuk-perhitungan-bos-reguler-Q2EmTJAUk0.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (PAUD Dikdasmen), Jumeri mengimbau, pemerintah daerah (Pemda) dan satuan pendidikan melakukan pembaruan pada data pokok pendidikan (Dapodik).

Hal ini sebagai dasar pemberian kebutuhan pulsa data untuk dana yang akan ditambahkan pada September, Oktober, November, dan Desember, tahun anggaran 2021 dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler.

“Pemerintah telah menyediakan dana yang cukup besar. Salah satunya adalah melalui BOS yang bisa diterima setiap 4 bulan sekali. Dana BOS memiliki pengaruh yang sangat penting, strategis, dan kontributif bagi kelancaran dan keberhasilan peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Tolong pastikan kembali validasi data Dapodiknya karena semua mengacu kepada data tersebut,” katanya melalui siaran pers, Rabu (25/8/2021).

Baca juga:  Kemenag Cairkan Dana BOS Madrasah Swasta Rp3,6 Triliun Mulai Hari Ini

Tahun 2021, Kemendikbudristek telah mencatat sebanyak 2.116.603 sekolah sebagai penerima BOS reguler tahun anggaran 2020-2021. Adapun perinciannya, meliputi tahap 1 telah tersalurkan kepada 215.724 sekolah atau sebanyak 99,59 % dan sebanyak 879 sekolah atau sebanyak 0,41 % yang tidak dapat penyaluran karena kendala laporan sekolah yang tidak sampai secara tepat waktu.

“Faktor ketepatan waktu penyampaian laporan ini juga penting. Kepada Bapak/Ibu Kepala Dinas Provinsi, Kabupaten maupun Kota, mohon perhatiannya. Kami tidak mampu mengunjungi satu per satu satuan pendidikan yang jumlahnya lebih dari 200.000 sekolah ini,” imbuhnya.

Baca juga:  Ada 3 Syarat Cairkan Dana BOS 2021 yang Dianggarkan Rp52,5 Triliun

Lalu untuk tahap kedua, terhitung Mei, Juni, Juli, hingga Agustus, telah disalurkan sebanyak 215.646 atau setara 99,55 %. Sedangkan yang belum mendapatkan penyaluran di tahap dua ini 997 sekolah atau sebanyak 0,45 %.

“Belajar dari kendala di tahap satu dan dua dalam rangka penyaluran dana BOS tahap ketiga di akhir 2021 ini, ada hal-hal yang harus disiapkan sekolah dan kepala satuan pendidikan. Di antaranya melakukan sinkronisasi Dapodik selambat-lambatnya 31 Agustus 2021. Data per 31 Agustus itu akan digunakan untuk menetapkan sekolah penerima BOS tahap 3 di 2021 dan seluruh tahap tahun 2022,” pungkasnya. (din)

(rhs)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini