Kisah Anak Tukang Servis AC yang Berjuang Menuntut Ilmu dengan Beasiswa

Neneng Zubaidah, Koran SI · Rabu 18 Agustus 2021 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 65 2457303 kisah-anak-tukang-servis-ac-yang-berjuang-menuntut-ilmu-dengan-beasiswa-8rjdFLyuH7.jpg Wahyu Raihan bersama keluarga (foto: Dok Pribadi/ist)

JAKARTA - Keterbatasan akses ekonomi tidak menjadi penghambat bagi para pelajar untuk mengakses Pendidikan yang berkualitas. Kemendikbudristek pun sejatinya telah mengeluarkan program Merdeka Belajar yang memberikan kesempatan belajar sesuai kebutuhan anak dengan aman dan nyaman dan memperhatikan bakat alami anak.

Gambaran ideal tentang program Merdeka Belajar tersebut, relevan dengan kisah Wahyu Raihan, alumnus Sekolah Global Sevilla. Sebelum mengetahui kisah Wahyu Raihan lebih lanjut, mari berkenalan dengan orang tua dari Wahyu.

Baca juga:  Kemendikbudristek : Kampus Merdeka untuk Kemajuan Bangsa

Ayahnya bernama Triyono yang mencari nafkah sebagai Teknisi Air Conditioner dan ibunya bernama Endang Suwartini yang menopang keluarga sebagai Ibu Rumah Tangga.

Ayahnya, sesuai dengan kemampuan ekonominya, selalu mendukung apa yang Wahyu ingin lakukan berhubungan dengan hobi, minat, dan bakatnya.

Baca juga:  Ini 4 Tips Jadi Mahasiswa Baru di Masa Pandemi

Wahyu menyukai seni rupa, dan Ayahnya selalu mendukungnya, misalnya membelikan peralatan untuk melukis, lalu memberi kebebasan untuk memilih dan menekuni apa yang Wahyu sukai.

Perjuangan Wahyu menjadi penerima beasiswa dimulai dari Lulus Sekolah Dasar, Nilai di ijazah SD Wahyu, rendah sehingga tidak memenuhi syarat masuk SMP negeri. Wahyu pun ingin masuk SMP swasta, tetapi tidak mempunyai biaya yang cukup.

Karena itu, orangtuanya memasukkan Wahyu ke Yayasan Cinta Anak Bangsa. Mereka memfasilitasi sekolah Wahyu sampai tamat SMA bahkan bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Wahyu dan orang tuanya yakin bahwa di Yayasan Cinta Anak Bangsa Wahyu dapat berkembang.

“Dengan latar belakang keluarga dengan ekonomi menengah bawah, saya sangat bersyukur mendapatkan pendidikan yang cukup memadai, dengan adanya hal ini bisa menjadi kesempatan emas bagi saya untuk dapat meningkatkan derajat keluarga saya," katanya melalui siaran pers, Rabu (18/8/2021).

Ketika Wahyu berada di kelas 3 SMP, orangtuanya mendapatkan info bahwa Yayasan Cinta Anak Bangsa membuka kerja sama dengan Global Sevilla School untuk memberikan beasiswa bagi anak-anak yang berprestasi.

Baca juga:  Berikut 3 Tahapan Sertifikasi Dosen

Wahyu berminat dengan peluang tersebut, karena itu dia giat belajar agar bisa memenuhi syarat mendapatkan beasiswa. Kerja kerasnya membuahkan hasil yaitu mendapatkan Ranking 3 besar di kelasnya.

Prestasi itu dipertahankan sampai kelas 10, dan ketika ikut seleksi penerimaan Beasiswa dari Global Sevilla School, Wahyu berhasil lulus seleksi.

“Mendapatkan beasiswa di Global Sevilla School, merupakan kesempatan yang sangat besar bagi saya. pasalnya di sekolah ini diri saya dapat berkembang pesat dan jauh lebih maju dari sebelumnya," ucapnya.

Wahyu berpendapat, sistem pembelajaran dan fasilitas di Global Sevilla membuatnya mampu mengembangkan potensi dirinya. Hal ini didasari metode pembelajaran efektif yang diberikan para Guru. Lalu kelas yang kondusif menjadi salah satu alasan terciptanya pembelajaran efektif tersebut.

"Tersedianya fasilitas yang memadai membuat saya dapat lebih optimal lagi untuk mengembangkan bakat dan potensi dalam diri saya," imbuhnya.

Adanya transparansi sekolah kepada orangtua murid maka orang tua pun bisa tahu progres anaknya dibidang akademik maupun non akademik sehingga orang tua pun mendukung apa yang menjadi bakat dan minatnya.

Dia menuturkan, dorongan penuh orangtua untuk meraih cita-cita pun mengubah dirinya sehingga dia pun bisa menemukan potensi dirinya yang sesungguhnya. Hal ini didukung kepekaan sekolah dalam mengembangkan minat dan bakat siswa misalnya layanan konsultasi yang menuntun bidang apa yang cocok dia geluti di bangku kuliah.

“Alhasil saat ini saya berhasil mendapatkan status mahasiswa di perguruan tinggi Institut Seni Indonesia - Bandung dengan jurusan Seni Murni," ucapnya.

Wahyu memiliki persiapan yang sangat matang dalam berjuang pada seleksi pemilihan masuk PTN di Institut Seni Indonesia-Bandung. Hal pertama yang Wahyu lakukan adalah mengimbangi kegiatan sekolah dengan persiapan seleksi masuk ISI-Bandung.

Lalu latihan membuat portofolio setiap malam paling sedikit 1 gambar dia selesaikan. Mencari-cari referensi, pengalaman dari orang-orang yang sudah berhasil tembus ke PTN melalui moda Youtube.

Wahyu juga rajin mencari informasi untuk mendapatkan beasiswa dari pemerintah yaitu KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah. Wahyu juga mengurus semua sendiri dengan penuh perjuangan hingga akhirnya berhasil masuk ke PTN.

Wahyu memiliki minat dan bakat luar biasa di bidang kesenian. Berikut beberapa prestasi yang didapatkan oleh Wahyu Raihan, yakni Juara 2 Lomba Poster Yayasan Cinta Anak Bangsa, Juara 1 Lomba Poster Konsorsium Pertanian Indonesia, Juara 1 Lomba Desain Masker Yayasan Cinta Anak Bangsa, Juara 3 Lomba Poster tema hari Pahlawan Universitas Delihusada dan peserta Kompetisi Poster di Universitas Binus, dan mendapatkan sertifikat kepesertaan.

Wahyu mengatakan, latihan mindfulness yang diterapkan sekolah pun membantunya dalam menata rencana dan tujuannya setiap hari. Dengan adanya latihan mindfulness Wahyu mengalami kondisi di mana kesadarannya lebih tenang. Ini sungguh membantu perkembangan kreatifitasnya.

Ini sungguh membantu perkembangan kreatifitasnya. Selain itu, setiap keputusan diambil dan dipikirkan dengan tenang, matang, konsentrasi, sehingga keputusan yang diambil bisa lebih tepat. Hal ini sangat membantu atau berpengaruh pada proses belajar yang dijalani Wahyu selama dua tahun di sekolah Global Sevilla School.

Pesan Wahyu untuk para pelajar yang sedang berjuang untuk masa depan ialah harus fokus dengan tujuan masing – masing karena hal ini menjadi kunci untuk terus berkomitmen dengan apa yang diinginkan.

"Kemudian, pertimbangkan semua keputusan yang ingin kalian buat, agar tidak terjadi penyesalan saat mendapatkan hasil yang tidak sesuai," katanya.

Yang terakhir semangat, kerja keras dan rasa ingin terus belajar menjadikan diri kita agar tetap maju dan berkembang. Jika hanya bakat tanpa ada usaha dan kerja keras, katanya, bakat tersebut tidak akan berkembang. (din)

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini