YOGYAKARTA - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026 resmi dibuka di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Perhelatan akbar ini mempertemukan kontingen mahasiswa terbaik dari 54 PTKIN se-Indonesia untuk berkompetisi sekaligus menguatkan kapasitas akademik di bidang sains, riset, dan teknologi.
Acara pembukaan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag., Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan, serta jajaran pejabat dan pimpinan PTKIN dari seluruh Indonesia.
Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, dalam arahannya saat membuka acara, mengingatkan kembali pentingnya meneladani sejarah kejayaan Islam (Golden Age of Islam) di mana para ilmuwan Muslim seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dan Ibnu Haitam berhasil memimpin peradaban dunia melalui ilmu pengetahuan dan sains.
"Kalau kita ingin merebut masa jaya itu kembali, tidak ada cara lain: kuasai ilmu pengetahuan dan sains. Namun, ilmu pengetahuan yang canggih harus tetap dibimbing oleh nilai agama agar teknologi tidak membawa dampak destruktif bagi kemanusiaan," ujar Menag Nasaruddin.
Sementara itu, Dirjen Pendis Kemenag RI Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag., dalam laporannya memaparkan perjalanan OASE yang dimulai sejak tahun 2021 di Aceh, berlanjut ke Jakarta pada 2023, dan kini diselenggarakan di Yogyakarta. Ia juga menyoroti prestasi UIN Sunan Kalijaga yang berhasil menempati peringkat terhormat dalam pemeringkatan internasional Times Higher Education World University Ranking 2026.