"Hari ini, UIN Sunan Kalijaga berada di atas UGM dalam pemeringkatan THE WUR 2026. Ini membuktikan insan PTKIN tidak boleh minder. OASE mencita-citakan lahirnya Ibnu Sina baru dan Ibnu Rusyd baru — seorang hafiz yang sekaligus saintis ulung. Langkah ini sejalan dengan Perpres Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional," tegas Prof. Amien.
Sebagai tuan rumah, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan. Ia menekankan bahwa OASE dan Kuliah Kerja Nyata Nusantara bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari juara, melainkan wadah pertukaran gagasan dan pengembangan talenta mahasiswa PTKIN.
"Sains membantu kita memahami alam, riset menghasilkan pengetahuan baru, sementara agama memberikan landasan etis dan spiritual tentang makna kehidupan. Di sinilah relevansi paradigma integrasi interkoneksi keilmuan yang dikembangkan di UIN Sunan Kalijaga," ungkap Prof. Noorhaidi.
Acara pembukaan OASE III PTKIN 2026 tersebut kemudian ditandai secara resmi dengan penekanan tombol digital oleh Menteri Agama bersama jajaran pimpinan Kemenag dan Rektor UIN Sunan Kalijaga, menandai dimulainya rangkaian kompetisi riset dan sains nasional secara serentak.
Sebagai informasi, OASE PTKIN merupakan ajang kompetisi ilmiah nasional bergengsi bagi mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam di bawah naungan Kementerian Agama. Ajang ini dirancang untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam bidang sains terapan, riset inovatif, teknologi, hingga pendalaman ilmu keagamaan. Melalui OASE, Kemenag mendorong lahirnya generasi muda PTKIN yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga unggul dalam sains modern guna menjawab tantangan zaman dan mendukung Desain Besar Manajemen Talenta Nasional.
(Khafid Mardiyansyah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik