SURABAYA - Tiga mahasiswa Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga (UNAIR) menggagas inovasi program latihan fisik bagi pasien Parkinson. Mereka adalah Luthfi Arifudin Putra, D3 Fisioterapi (2018); Naufal Adila, D4 Fisioterapi (2018); dan Jauharol Faiqoh, D4 Fisioterapi (2018).
Inovasi tersebut bernama “Nordic Walking Recreational Exercise Community”, dengan konsep yang cukup unik dengan menggabungkan latihan fisik dan rekreasi.
Baca juga: Persiapan Blended Learning, Ribuan Mahasiswa UNAIR Vaksinasi Massal
Salah satu anggota tim, Jauharol Faiqoh atau yang kerap disapa Faiq menuturkan, program penyembuhan itu adalah yang pertama di Indonesia.
“Kami berniat membuat program olahraga yang mudah dan murah dalam bentuk komunitas yang bersifat rekreasional bagi penderita Parkinson di Indonesia. Di Indonesia sendiri masih belum ada latihan seperti ini bagi penderita Parkinson. Ini yang pertama,” tuturnya seperti dilansir dari unair.ac.id, Senin (16/8/2021).
Baca juga: Mahasiswi Unair Ciptakan Kukis dari Cangkang Telur Pencegah Osteoporosis
Program itu, papar Faiq, dilakukan secara berkelompok di luar ruangan. Manfaat utamanya untuk memperlambat keparahan kondisi penderita Parkinson.
Sementara itu, berdasarkan telaah ilmiah yang timnya lakukan, program latihan tersebut juga efektif dalam meningkatkan kualitas hidup penderita Parkinson.
“Sifatnya bersama orang banyak yang sama sama penderita Parkinson. Terus latihannya di tempat terbuka, jadi suasananya tidak menegangkan yang kayak latihan sendirian di tempat tertutup. Dari situ diharapkan, program ini tidak hanya menyembuhkan fisik saja, tetapi juga memperbaiki psikologis penderita Parkinson,” ujarnya.