Materi yang diajarkan meliputi bahasa inggris, ilmu social, matik, sains dan/ tehnologi. Sama seperti pembelajaran lokal, di kelas Internasional ini, siswa juga mendapat tugas atau pekerjaan rumah. Karena standart Internasional, siswa diajar untuk lebih disiplin, tepat waktu dan tertib mengerjakan tugas.
“Lama pembelajaran selama tiga tahun, seluruh peserta harus aktif mengikuti pertemuan dan aktif mengerjakan tugas. Dua kali pertemuan tidak hadir tanpa keterangan, siswa otomatis dinyatakan gagal. Jika lolos bisa mendapat sertifikat atau ijazah bertaraf Internasional,” tuturnya.
Pembelajaran kelas Internasional jarak jauh ini pun mendapat dukungan penuh dari Pemkab Ponorogo. Bahkan, untuk siswa yang ikut digratiskan atau bebas biaya diharapkan mampu menjadi solusi di tengah pandemi.
Kelas internasional ini pula bakal menjadi proses seleksi mencari siswa unggul sejak dini, dari SMP bisa dilanjutkan ke jenjang SMA, hingga perguruan tinggi standart Internasional.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik