Ciptakan Kelas Internasional Gratis bagi Siswa Solusi di Tengah Pandemi

Ahmad Subekhi, iNews · Selasa 13 Juli 2021 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 65 2439824 ciptakan-kelas-internasional-gratis-bagi-siswa-solusi-di-tengah-pandemi-KBauBnJfdo.png Para siswa saat belajar bahasa inggris bertaraf Internasional (foto: tangkapan layar)

PONOROGO Pandemi Covid-19 bukan penghalang untuk terus berinovasi, salah satunya menciptakan pembelajaran online berstandart Internasional. Di Ponorogo, Jawa Timur dibuka kelas Internasional bagi siswa SMP dengan pengajar dari jaringan Universitas Oxford Inggris.

Siswa diajari berdisiplin, tepat waktu, tertib mengerjakan tugas, meski tidak di awasi langsung oleh guru. Sistem pembelajaran Internasional ini, bisa menjadi solusi dimasa pandemic. Uniknya lagi siswa yang ikut kegiatan ini gratis atau bebas biaya.

Baca juga:  Peneliti: Jangan Terjebak Pola Pikir Cuci Tangan yang Paling Penting

Siswa yang ikut kegiatan sebanyak 120 anak, dari SMPN 1 Ponorogo, SMPN 1 Jetis, dan SMPN 1 Badegan, para siswa belajar dan menyimak materi dari rumah masing masing. Sementara guru dari jaringan Universitas Oxford Inggris, menyampaikan materi dari Inggris.

Baca juga:  Depok Laksanakan Belajar Jarak Jauh Tahun Ajaran 2021/2022

Program kelas Internasional smp ini diciptakan sebagai salah satu solusi bagi siswa dan guru, yang kini tengah menjalani pembelajaran online, Jika sebelumnya siswa hanya mendapat materi dari guru kelas, berbahasa Indonesia, kini ditambah lagi gurunya yang langsung dari luar negeri.

“Program kelas Internasional ini sangat membantu siswa dan guru, karena siswa diajari untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Juga tertib mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas, meskipun jarak jauh,” kata guru pendamping SMPN 1 Ponorogo, Crysnarani Ningrum.

Materi yang diajarkan meliputi bahasa inggris, ilmu social, matik, sains dan/ tehnologi. Sama seperti pembelajaran lokal, di kelas Internasional ini, siswa juga mendapat tugas atau pekerjaan rumah. Karena standart Internasional, siswa diajar untuk lebih disiplin, tepat waktu dan tertib mengerjakan tugas.

“Lama pembelajaran selama tiga tahun, seluruh peserta harus aktif mengikuti pertemuan dan aktif mengerjakan tugas. Dua kali pertemuan tidak hadir tanpa keterangan, siswa otomatis dinyatakan gagal. Jika lolos bisa mendapat sertifikat atau ijazah bertaraf Internasional,” tuturnya.

Pembelajaran kelas Internasional jarak jauh ini pun mendapat dukungan penuh dari Pemkab Ponorogo. Bahkan, untuk siswa yang ikut digratiskan atau bebas biaya diharapkan mampu menjadi solusi di tengah pandemi.

Kelas internasional ini pula bakal menjadi proses seleksi mencari siswa unggul sejak dini, dari SMP bisa dilanjutkan ke jenjang SMA, hingga perguruan tinggi standart Internasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini