Jadi Pembicara Utama Wisuda
Doremi berangan-angan untuk bisa membagikan kisah hidup dan perjalanannya hingga sampai pada titik yang sekarang ini. Inilah yang mendorongnya untuk mendaftarkan diri sebagai pembicara utama wisuda di kampusnya.
Doremi lalu menulis naskah pidatonya dan juga merekam dirinya berpidato. Naskah dan video tersebut, beserta rekomendari dari 5 dosen ia berikan kepada panitia yang akhirnya memilihnya untuk menjadi pembicara utama wisuda tahun ini.
“Doremi tanya apa nih kriterianya yang membuat Doremi tuh terpilih. Terus mereka bilang, dengan story kamu yang sangat (inspiratif) dan juga cara kamu speech di video itu, kita yakin bahwa kamu bisa membawa suasana yang bagus untuk di commencement speaker,” kata Doremi.
Doremi berpidato mewakili ratusan lulusan di angkatannya pada acara wisuda yang berlangsung di Fenway Park, stadion tim baseball Red Sox Boston. Pidato Doremi ditonton oleh ratusan orang, baik secara tatap muka langsung mau pun virtual, sesuai dengan protokol kesehatan di era pandemi COVID-19.
Lewat pidatonya Doremi yang mengenakan kebaya tradisional Indonesia di balik toganya berseru kepada para lulusan tahun ini untuk meraih kesempatan yang ada dan “jangan takut ambil risiko,” dengan mengutip pesan dari presiden pertama Indonesia, Soekarno:
“Barang siapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam."
“Karena mungkin ada sesuatu yang berharga dan penting menunggumu,” lanjut Doremi dalam pidatonya.
Doremi pun memberikan kejutan pada akhir pidatonya, dengan menyanyikan beberapa bait lagu “Feeling Good,” yang dipopulerkan oleh penyanyi legendaris, Nina Simone, pada tahun 1964.
Pidatonya dipuji oleh Mary Ludden, Dekan Sementara yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Senior, yang mengatakan, “Sepertinya kita punya calon dekan baru!”
Lewat virtual, Umi Kalsum pun ikut menonton puteri bungsunya berpidato sambil mengusap air mata.
“Saya sedih, haru, gembira, bangga. Yah, semualah bercampur. Karena dialah mengangkat derajat orang tua, dia adalah kebanggaan,” ujar Umi Kalsum, ibu Doremi.
Untuk ke depannya, Doremi berencana untuk mengembangkan komunitas “Study with Armaya” dan membantu orang-orang yang ingin belajar bahasa Inggris atau berencana melanjutkan studi ke Amerika.
Selain itu, ia juga ingin membuka agen media sosial untuk membantu usaha kecil yang ingin mengembangkan bisnisnya.
Satu hal yang tidak ia lupakan adalah untuk berterima kasih kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laikodat.
“Pengin pulang ke NTT untuk membantu, untuk terima kasih ke pak gubernur, mau tanya apa yang bisa Doremi bantu dari hasil S2 Doremi,” kata Doremi.
Kesuksesan Doremi berkaca kembali pada dirinya. Kejujuran dan disiplin menjadi kunci keberhasilannya.
“Disiplin waktu, disiplin belajarnya, jangan lupa doa juga sama Tuhan karena kerja keras sama ditambah doa akan menghasilkan hasil yang sangat lebih bagus,” pungkas Doremi.
Tak lupa ia mendorong teman-teman agar fokus dalam melakukan apa yang diinginkan, untuk diri sendiri dan bukan untuk orang lain.
(Angkasa Yudhistira)