Baca Juga: Babak Baru Kasus Lurah Saidun, Status Tersangka Dicabut tapi Praperadilan Menunggu
Dirjen Jumeri menjelaskan, adanya kuota 10% zonasi pada SMK karena banyak SMK di pedesaan yang diinisiasi ataupun dibantu pembangunanya oleh masyarakat desa setempat.
"Harapannya anak-anak mereka bisa sekolah disitu. Untuk ini sudah diakomodasi dengan paling banyak 10% siswa yang berasal dari zonasi ," tutur Jumeri.
(Arief Setyadi )