Semesta 2021 dilatarbelakangi oleh laporan The Global Competitiveness Index 2019 yang menyebutkan, bahwa Indonesia memiliki potensi pasar yang besar. Akan tetapi, potensi tersebut tidak diikuti dengan pembentukan sistem dan inovasi serta kesiapterapan inovasi tersebut. Oleh karena itu, Semesta 2021 dimaksudkan untuk meningkatkan terjadinya adopsi ICT, iklim bisnis, dan infrastruktur ekosistem inovasi.
Selain menyasar sivitas akademika UNS, Program Semesta 2021 juga dapat diikuti oleh alumni UNS.
“Akan tetapi, karena pertanggungjawaban harus berasal dari sivitas akademika UNS maka dalam tata aturan pengusulan harus mahasiswa,” tuturnya.
Baca juga: Penjelasan Pakar Virus UNS soal Pandemi Covid-19 dari Perspektif Islam
Hasil dari Program Semesta 2021 berupa Sumber Daya Manusia (SDM) yakni mahasiswa UNS itu sendiri, dan produk yang siap dipasarkan di masyarakat. Program Semesta 2021 menyediakan anggaran mulai dari 25 juta sampai dengan 100 juta rupiah. Besaran angka pendanaan tersebut masih bisa bertambah dengan kehadiran pihak atau mitra sebagai investor.
Tujuh fokus pendanaan Semesta 2021 diantaranya kesehatan, pangan dan pertanian, industri kreatif dan pariwisata, pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi, energi terbarukan, dan sosial humaniora.