Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kolesterol Jahat Gorengan, Ini Solusi dari Pakar Kimia Unnes

Vitrianda Hilba Siregar , Jurnalis-Kamis, 19 November 2020 |10:18 WIB
Kolesterol Jahat Gorengan, Ini Solusi dari Pakar Kimia Unnes
Warga di Semarang mendapat penjelasan tentang bahaya penggunaan minyak goreng yang berkali-kali. (Foto:Taufik Budi/Inews TV)
A
A
A

Lantas apa yang harus dilakukan oleh pengusaha gorengan Apakah mungkin menerapkan konsep healthy zero waste pada pelaku usaha gorengan?

Menurutnya, proses pemanasan minyak dapat menyebabkan terbentuknya asam lemak trans terlebih jika proses tersebut dilakukan berulang. Jika suhu menggoreng pada suhu 270 derajat Celsius, maka jumlah asam lemak trans meningkat.

“Asam lemak trans ini dapat meningkatkan LDL (kolestrol jahat) dan menurunkan HDL (kolestrol baik). Proses ini akan mengakibatkan terjadinya timbunan atau endapan lemak pada pembuluh darah,” terangnya.

Baca Juga: Unair Kembangkan Sensor Potensiometri Alat Deteksi Gagal Ginjal Berbiaya Murah

Penggunaan minyak yang sering diganti dapat menyebabkan limbah minyak bekas pada lingkungan dan pembengkakan biaya produksi. Cara menghindari penurunan mutu minyak goreng akibat proses oksidasi dapat digunakan penambahan antioksidan. Antioksidan dapat diartikan sebagai molekul yang mencegah oksidasi.

Kerusakan minyak juga diatasi dengan mengadsorpsi senyawa asam lemak yang rusak itu dengan karbon aktif. Solusi memurnikan minyak bekas dengan karbon aktif memang bukan hal baru, namun hal ini memungkinkan untuk dilakukan oleh para pedagang gorengan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement