Share

Ciptakan Pegar, Peneliti Utama Balitbang PUPR Dapat Gelar Profesor

Rizqa Leony Putri , Okezone · Sabtu 09 November 2019 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 09 65 2127764 ciptakan-pegar-peneliti-utama-balitbang-pupr-dapat-gelar-profesor-bRh7DnFNzL.jpg Gelar Profesor untuk Peneliti Utama Kementerian PUPR (Foto: Instagram Kementerian PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali mencetak prestasi terbarunya. Melalui inovasi Pemecah Gelombang Ambang Rendah (Pegar) karya Peneliti Utama Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Dede Manarolhuda Sulaiman, dirinya pun dianugerahi gelar profesor.

Melalui akun resmi Instagram-nya, Kementerian PUPR pun memberikan penjelasan terkait fungsi dan manfaat dari Pegar. Teknologi ini terbukti dapat mengurangi erosi pantai dan menambah lebar pantai rata-rata sekitar 75 meter dalam kurun waktu kurang dari satu musim

Baca Juga: Saat Dehidrasi Air Putih Ternyata Pilihan Kedua, Jadi Minum Apa?

"Sahabat pernah dengar teknologi Pemecah Gelombang Ambang Rendah (Pegar)? Pegar adalah salah satu #InovasiPUPR untuk mengendalikan erosi pantai, karya Peneliti Utama @balitbangpupr Dede Manarolhuda Sulaiman," tulis Kementerian PUPR seperti dikutip dari akun resmi Instagram-nya, Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Atas inovasinya tersebut, Dede Sulaiman pun mendapat gelar Profesor Riset di Bidang Teknologi Pantai dan Pelabuhan. Pengukuhan gelar profesor tersebut dilakukan oleh Ketua Majelis Profesor Riset Prof. Dr. Ing. Habil Andreas Wibowo, ST. MT.

PUPR

Tak hanya itu, prosesi itu pun disaksikan langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Dirinya begitu mengapresiasi prestasi Jabatan Fungsional Peneliti tertinggi yang telah dicapai oleh Dede Sulaiman sebagai Profesor Riset.

"Tujuan penelitian bukan hanya untuk mencapai profesor berdasarkan capaian tertinggi dari keilmuan, tapi harus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," jelas Menteri Basuki.

Baca Juga: Mahasiswa ITS, Ciptakan Keyboard Khusus untuk Penyandang Disabilitas

Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Dimana peningkatan Reformasi Birokrasi ASN yang lebih mengutamakan jabatan fungsional dengan keahlian dan kompetensi dalam mencapai SDM unggul, untuk mewujudkan visi Indonesia Maju.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini