Produksi komposit beton dari limbah sampah plastik ini dapat dilakukan oleh masyarakat. Pasalnya, dalam pembuatannya tidak menggunakan alat-alat berat yang kompleks. Namun, memakai material alat yang telah dimodifikasi. Komposit beton ini nantinya dapat digunakan untuk paving blok.
“Yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami adalah bagaimana bisa membuat komposit beton dengan harga yang kompetitif dengan batako biasa,” imbuh Vidiskiu.
Dia menjelaskan bahwa batako biasa per buahnya dijual Rp2.500,00. Sementara komposit beton yang mereka kembangkan diharga sekitar Rp3.500,00 sampai Rp4.000,00 per buahnya.
“Ini masih jadi tantangan bagi kami ke depannya,” tuturnya.
Produk beton komposit yang mereka buat telah diaplikasikan di masyarakat saat menjalankan program KKN 2019 di Desa Sepanjang, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Inovasi ini juga berhasil menghantarkan kelima mahasiswa tersebut menyabet medali emas dari ajang internasional 2nd World Innovation Technology Expo (WINTEX) 2019 yang diselenggarakan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), 9-12 Oktober 2019 di Jakarta.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik