Putra menjelaskan untuk memperoleh komposit beton ini digunakan bijih botol plastik jenis polietilen tereftalat (PET). Limbah plastik tersebut kemudian dicacah menggunakan mesin pencacah plastik untuk selanjutnya dipanaskan dengan suhu 410-580°Celcius selama sekitar 30 menit. Langkah berikutnya lelehan plastik dicampur dengan pasir elod. Selanjutnya, dicetak dengan ukuran 5cm x 5cm x 5cm dan dikeringkan selama tujuh hari.
“Lelehan plastik tersebut digunakan sebagai pengganti semen,”ujarnya.
Elka menambahkan produk komposit beton yang dihasilkan ini memiliki kuat tekan lebih tinggi dibandingkan dengan produk sejenis di pasaran. Produk komposit beton dari lelehan plastik ini mempunyai kuat tekan 15,52 MPa dengan pengeringan selama tujuh hari. Sedangkan kuat tekan beton M15 atau produk yang telah ada di pasaran dengan pengeringan selama 28 hari sebesar 15 MPa.
“Artinya komposit beton plastik ini lebih kuat daripada beton yang biasanya digunakan,” ungkapnya.