JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong mahasiswa menjadi penemu bidang kedirgantaraan yang dapat menciptakan paten yang bernilai komersial.
Baca Juga: Academic Leader Award, Bentuk Apresiasi Rektor Bawa Perubahan Pendidikan di RI
Pasalnya, Selain terkait aspek ekonomi, para mahasiswa juga diharapkan dapat menciptakan robot terbang, wahana terbang tanpa awak, atau drone yang dapat membantu pertahanan negara dan penanggulangan bencana.

"Saya berharap ini menghasilkan inventor baru, penemu baru dalam masalah robot terbang, karena teknologi di dalam hal ini menjadi sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi masa depan. Apa hubungannya robot terbang dengan ekonomi, orang bertanya itu. Contoh untuk di daerah perkebunan, bagaimana cara mengawasi kebun itu dengan baik. Tidak lagi dengan darat. Kalau di darat kita tidak tahu, dengan udara kita bisa melihat apa yang ada di darat," ungkap Menristekdikti di sela Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2019, di Lapangan Udara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Lanud TNI AL) Grati, Pasuruan, Jawa Timur, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (2/10/2019).
Baca Juga: Demo Provokatif Anarkis, Menristekdikti: Itu di Luar Kampus
Acara tersebut merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemenristekdikti melalui Universitas Negeri Surabaya (Unesa).