Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mobil Listrik Anargya ITS Harumkan Nama Indonesia di Jepang

Adhyasta Dirgantara , Jurnalis-Senin, 09 September 2019 |10:44 WIB
Mobil Listrik Anargya ITS Harumkan Nama Indonesia di Jepang
Tim Anargya ITS Berlaga di Jepang. (Foto: Okezone.com/Dok. ITS)
A
A
A

Selain itu, mereka juga dituntut agar bisa mengaplikasikan biaya tersebut sespesifik mungkin dan seefisien mungkin. Mulai dari pemilihan material, desain, dan langkah-langkah manufakturnya.

“Kami coba mengasumsikan proses pembuatan mobil ini 100 persen dibuat sendiri, sehingga mengetahui detail spesifik setiap bagiannya agar mendapatkan nilai yang terbaik,” papar mahasiswa Departemen Teknik Mesin ini.

Mobil Anargya setelah lolos inspeksi EV 1 dan siap berlaga di Student Formula Japan 2019 di Ecopa Arena, Shizuoka Prefecture, Jepang.

Selain itu, menurut Wira, kemampuan Tim Anargya juga dinilai saat menjual produknya kepada investor pada pemaparan rencana bisnis. Aspek biaya dalam memanufaktur mobil merupakan hal utama yang menentukan penilaian juri. Keberhasilan di bidang nonteknis ini turut mengangkat peringkat Tim Anargya ITS pada penilaian tim secara keseluruhan dari segi teknis maupun nonteknis.

ITS

“Syukurnya kami berhasil mendapatkan peringkat 10 besar dalam aspek biaya dan proses manufaktur ini,” ujar pemuda asal Bali ini bangga.

Lebih lanjut, kata Wira, keberhasilan Tim Anargya ini dilalui dengan proses yang tidak mudah. Dalam persiapannya sebelum berangkat ke Jepang, ada banyak dokumen yang harus dikumpulkan terlebih dahulu agar dinyatakan siap untuk berangkat ke Jepang.

Manajemen waktu yang pas sangat menentukan keberhasilan tim ini, sehingga terhindar dari penalti dan kegagalan untuk berkompetisi. Tercatat hanya ada 18 tim dari 27 tim yang dinyatakan siap untuk mengikuti lomba, dan Tim Anargya merupakan salah satu tim yang dinyatakan siap untuk berlomba.

Hal ini membuktikan bahwa Tim Anargya memiliki daya saing yang bagus dan juga mampu bersanding dengan beberapa universitas terbaik dari Taiwan dan juga Jepang yang sudah berpengalaman dan memiliki akreditasi yang lebih bagus.

Kemudian, kesiapan tim dalam beradaptasi saat penjurian di lapangan juga sangat menentukan keberhasilan tim ini. Tim Anargya sangat paham dengan mobil yang dibuat, sehingga hanya membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat untuk menjelaskan dan melakukan perbaikan dari arahan juri.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement