3 Mahasiswa ITS Gagas Platform Jual Beli Sampah

Neneng Zubaidah, Koran SI · Selasa 27 Juli 2021 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 65 2446538 3-mahasiswa-its-gagas-platform-jual-beli-sampah-zBaFSMNqXC.jpg Foto: Dok ITS

JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang sudah mewabah selama hampir dua tahun ini rupanya tak hanya berdampak pada ketidakstabilan perekonomian masyarakat, tetapi juga masalah sampah yang lambat laun semakin meningkat. Tak mau hal tesebut berlangsung terus menerus, tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencetuskan sebuah aplikasi berbasis web bernama E-Trash.

Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam Tim Juara tersebut terdiri dari Intan Mey Setyaningrum (Teknik Fisika), Latifatul Fajriyah (Teknik Fisika), dan Fadhila Rosyidatul 'Arifah (Teknik Material dan Metalurgi).

Baca juga:  ITS Luncurkan PlasmaHub untuk Membantu Masalah Donor Plasma Konvalesen

Sang ketua tim, Fadhila Rosyidatul 'Arifah mengungkapkan E-Trash merupakan sebuah platform jual beli sampah dan produk recycle yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membantu mengurangi jumlah sampah di lingkungan.

Mahasiswi yang kerap disapa Intan tersebut menjelaskan bahwa E-Trash diambil dari kata “trash” yang berarti sampah. Mulanya, ide mengenai E-Trash muncul dengan tujuan agar masyarakat dapat dengan mudah menukarkan sampah anorganik atau barang bekas dengan koin yang bisa dikonversikan ke uang tunai.

“Dengan begitu, secara tak langsung kami dapat membantu perekonomian masyarakat agar lebih stabil,” tuturnya melalui siaran pers, Selasa (27/7/2021).

Baca juga:  Mahasiswa ITS Daur Ulang Limbah Kertas HVS sebagai Bahan Baku Industri

Untuk menggunakan platform ini, lanjut Intan, pengguna tidak perlu mengunduh di Playstore, melainkan bisa diakses melalui https://www.etrashidn.com. Selanjutnya, pengguna perlu mendaftarkan akun dengan email dan login terlebih dahulu.

“Dalam platform ini, pengguna juga diberi kesempatan untuk bertindak sebagai pembeli sekaligus penjual,” ungkap gadis kelahiran Madiun, 14 Mei 2001 tersebut.

Bagi yang berada di wilayah Surabaya, pengguna dapat menjual atau membeli barang dengan enam kategori, di antaranya adalah botol plastik, elektronik bekas, botol kaca, kardus, buku dan koran bekas, serta kayu dan bambu.

“Untuk sistemnya, pengguna hanya perlu menyertakan alamat dan foto sampah yang akan dijual. Selanjutnya, pihak E-Trash akan menghampiri lokasi dan memberikan sejumlah uang kepada penjual,” ujar Intan.

Baca juga:  Mahasiswa Ini Ciptakan Smart Jacket untuk Bantu Pencarian Korban di Jalur Pendakian

Dalam hal ini, jika barang dari penjual memiliki nominal rupiah yang kecil maka pihak E-Trash tidak bisa melakukan penjemputan. Di platform ini, penjual dapat mengunggah gambar produk, nama produk, deskripsi produk, hingga jumlah stoknya sendiri.

Penjual juga akan mendapatkan uang usai pesanan terselesaikan dan nominalnya akan terpotong sebesar 5 persen dari hasil penjualan produk.

Selain menjadi penjual, pengguna juga dapat membeli sampah dan mengetahui detail dari barang yang akan dibelinya. Pembeli dari luar kota pun tidak perlu khawatir karena E-Trash sudah menyediakan sistem rekening bersama.

“Artinya, uang pembeli baru akan diteruskan ke penjual usai barang sampai dengan kondisi baik, sehingga tidak akan ada penipuan,” tambahnya.

Platform ini dilengkapi dengan lima fitur menarik. Di antaranya fitur home untuk mencari produk, fitur keranjang untuk mengetahui produk yang ingin dibeli, fitur cash flow untuk mengetahui riwayat keuangan yang telah dilakukan, serta fitur notifikasi untuk menerima pesan dan riwayat transaksi yang telah dilakukan.

“Selain itu, juga terdapat fitur account untuk mengatur profil pembeli dan toko bagi penjual,” jelas mahasiswi asal Tuban tersebut.

Ide Tim Juara ini telah berhasil memperoleh pendanaan dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di kategori PKM Kewirausahaan dan berhasil menyabet 2nd Runner Up dalam Podium Business Plan Competition 2021. Mereka akan terus mempromosikan E-Trash ke public.

Ke depan, Intan berharap E-Trash dapat merangkul mitra seperti bank sampah dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bekerja sama. Di akhir perbincangan, Intan berharap E-Trash dapat dikenal oleh masyarakat dan dapat melakukan pengembangan fitur. (din)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini