"Terakhir saya cek baru sekira 40 orang, tapi itu kan belum dilaunching sama Pak Menteri," jelasnya lagi.
Rektor Ojat juga menyampaikan, bahwa rencana pengembangan bahan ajar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) kepada pendamping desa sejalan dengan semangat UT untuk menjangkau seluruh masyarakat di pelosok Indonesia. Pihaknya, kata dia, menyambut dengan baik kerjasama itu dengan harapan mampu meningkatkan mutu tenaga pendamping desa.
"Sebenarnya MOOCs itu tidak mengenal kualifikasi, dia mau lulusan SD, SMP, jadi siapapun yang bisa mendaftar dan masuk kesana akan dimentori, nanti setelah mengikuti prosesnya akan kita berikan sertifikat sesuai kemampuan mengikuti pogram tersebut," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan Ojat, kuliah daring bagi pendamping desa pada semester I tahun ini gratis tanpa dipungut biaya. Namun jika para mahasiswa akan mempergunakan hasil kuliah guna mengikuti program studi formal, maka mahasiswa pendamping desa harus mengikuti ujian mata kuliah yang diikutinya, dengan dibebankan biaya.
"Jadi sertifikat ini, bisa juga digunakan jika nanti seandainya pendamping desa ingin mengambil gelar akademik misalnya, nanti tinggal mereka mencari mata kuliah yang sama dengan sertifikat kemampuan itu, nilainya sama," tandasnya.
(Abu Sahma Pane)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik