Dia berharap, dengan hadirnya Jang Youn Cho yang menandakan sebagai rektor asing pertama di Indonesia bisa diikuti oleh perguruan tinggi lainnya. Menurutnya, bukan hal yang aneh jika perguruan tinggi antar negara melakukan kolaborasi.
"Bukan lagi kita berpikir masalah (ini tanda) penjajahan, enggak ada di pendidikan tinggi di mana pun di dunia yang tidak kolaborasi, itu selalu berkolaborasi," katanya.
Terkait, perguruan tinggi untuk memiliki rektor asing, lanjutnya, tengah diupayakan dengan melakukan pengubahan aturan. Sehingga diharapkan tahun 2020, sistem kepemimpinan oleh rektor asing bisa dilakukan di kampus berplat merah.
"Kami lagi lakukan perbaikan peraturan-peraturan pemerintah atau yang terkait," katanya.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik