Pada kesempatan yang sama Pakar Geologi Gempa Bumi, Dr. Zulfakriza mengatakan, dari gempa-gempa yang terjadi tersebut menunjukkan pola yang sama di mana gempa tersebut terjadi pada zona kontak antar lempeng pada area subduksi tersebut. Namun gempa 2 Agustus 2019 di Banten ini merupakan gempa jenis intraslab di mana pusat gempa terjadi pada kerak samudera yang menunjam ke bawah kerak benua.
“Itu tidak terjadi kontak langsung antar keduanya,” tuturnya.
Selanjutnya, Pakar Geodesi Gempa Bumi, Dr. Astyka Pamumpuni menerangkan, dua faktor utama yang menyebabkan terjadinya gempa. Faktor pertama berupa intensitas guncangan gempa yang dipengaruhi beberapa variable seperti magnitude, kedalaman, jarak lokasi terkait dari sumber, serta jenis batuan. Kedua, adalah kualitas bangunan yang ada di lokasi terkait.
(Rani Hardjanti)