JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menjalin kerjasama dengan Duta Besar Inggris Moazzam Malik melalui Newton Fund sebesar Rp31 miliar untuk mendanai tiga penelitian terbaik di bidang kebencanaan hidrometeorologi dalam jangka waktu tiga tahun.
"Proses pemilihan tiga penelitian yang didanai dilakukan dengan proses yang terbuka, transparan, dan kompetitif. 23 proposal yang masuk dinilai oleh reviewer dari Indonesia dan Inggris, 10 proposal yang lolos didiskusikan pada panel meeting bulan Agustus 2018, sampai akhirnya diputuskan bersama tiga proposal yang didanai bersama dengan total dana Rp31 miliar selama tiga tahun," ujar Menristekdikti Mohamad Nasir, di Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta, Kamis, (7/2/2019).
Untuk 3 aplikasi riset yang terpilih dalam pendanaan seperti mitigating hydro meteorological hazard impacts thought transboundary river management in the Ciliwung River basin, riset ini untuk meningkatkan pengelolaan badan sungai Ciliwung dan kepedulian masyarakat terhadap ancaman banjir.
Baca Juga: Menristekdikti Koordinasikan Pembentukan Badan Riset untuk Aspirasi Milenial
Kemudian Java Flood One, riset ini dapat meningkatkan predikai banjir jangka menegah dibeberapa pusat kota pulau Jawa.
Selanjutnya, extreme rainfall and its effects on flood risk in Indonesia, riset ini ditunjukan untuk mengidentifikasikan penyebab utama banjir di Indonesia serta strategi-strategi utama yang dapat memitigasi resiko bencana.
Sementara itu, Duta Besar Inggris Moazzam Malik mengatakan, Newton Fund dalam kemitraannya dengan Kemenristekdikti berkomitmen untuk mendanai riset-riset kolaborasi berskala internasional yang dapat memberikan kontribusi positif baik secara sosial maupun ekonomi. Bencana dan longsor tidak hanya mengancam keberlangsungan hidup masyarakat, namun juga perkembangan ekonomi Indonesia.