Setelah ekstrak selesai dibuat, proses selanjutnya ialah pembuatan sediaan lipstik. Semua bahan yang dibutuhkan ditimbang, hidroksi propil metil selulosa (HPM) yang merupakan salah satu polimer sintetis dikembangkan dalam mortir hingga terbentuk gel.
Sedangkan polivinil alkohol (PVA) ditambahkan air dan dipanaskan di atas waterbath hingga membentuk suatu larutan jernih. Selanjutnya campuran tersebut ditambah dengan gliserin yang mengandung campuran pengawet metil paraben dan propil paraben. Ekstrak diencerkan dengan sisa aquadest dicampurkan ke dalam campuran di atas hingga homogen (tercampur merata).
Sementara Fransisca Yunita Dwiwulandari pembuat eye shadow menyatakan, dibandingkan produk kosmetik lainnya, kosmetik berbahan jamblang ini menggunakan bahan alam yang mempunyai nilai tambah yaitu berdaya antioksidan yang cukup bagus.
Dirinya mengaku mengalami kesulitan saat pencampuran bahan. Hal itu dikarenakan tekanan rendah dan tidak boleh terlalu kaut agar menyatu. "Kami sudah melakukan uji coba ke 10 orang. Hasilnya tidak menimbulkan iritasi. Namun untuk dapat dipasarkan perlu uji toksisitas," ujarnya.
Fransisca pun berharap, kosmetik yang diciptakannya bersama kedua temannya dapat dikembangkan untuk selanjutnya mendapatkan hak paten serta dipasarkan di masyarakat.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik