DEPOK - Penanggung jawab lokasi di Universitas Indonesia (UI), Rina Rahmawati, menjelaskan transparansi dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026. Ia memahami kekhawatiran publik soal adanya potensi "mahasiswa titipan" dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) hari pertama ini.
Rina mengatakan bahwa proses pengolahan nilai dilakukan secara sistematis dan berjenjang hingga ke tingkat pusat. Hal ini dilakukan demi menutup celah manipulasi nilai di tingkat lokasi ujian.
"Untuk transparansi hasil ujian ini akan masuk ke dalam server UI, lalu dari server UI akan dikirim ke server nasional," kata Rina saat ditemui di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.
Rina menekankan bahwa kewenangan penentuan kelulusan bukan berada di tangan pelaksana di lokasi, melainkan pada tim pusat dan kementerian terkait.
"Nanti untuk hasilnya juga memang nanti tim pusat UTBK dengan tim Dikti yang akan langsung mereka yang akan menentukan seperti itu," jelasnya.