Share

Luar Biasa! Mahasiswa Bikin Kapal Pengangkut Sampah Plastik

Siska Permata Sari, Okezone · Senin 14 Agustus 2017 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 14 65 1755795 luar-biasa-mahasiswa-bikin-kapal-pengangkut-sampah-plastik-WpO7fsqNFi.jpg Foto: Dok UM

JAKARTA - Mahasiswa Indonesia kembali meluncurkan inovasi demi mengatasi persoalan sampah yang mengapung di perairan. Karya tersebut datang dari para mahsiswa di Malang yang menciptakan Kapal Patroli Pemungut Sampah Plastik Otomatis atau Patriot Plasma.

Inovasi tersebut diciptakan oleh tangan-tangan kreatif Kunti Dhiwaniati Sudda, Yusuf Mahesa, Dani Prasetiyo, Muhammad Andi, Dwi Arini Mufarrichah. Kelimanya merupakan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM).

Salah satu mahasiswa, Kunti Dhiwaniati mengatakan, inovasi berupa Patriot Plasma tersebut merupakan kapal yang bentuknya menyerupai kapal minyak sebagai solusi untuk mengurangi jumlah sampah plastik di permukaan air.

"Kapal kami memiliki bentuk seperti kapal minyak, jadi lambungnya besar, muat banyak" ujar Kunti yang juga selaku ketua tim seperti dilansir dari laman UM, Senin (14/8/2017).

Selain itu, lanjut dia, kapal tersebut juga dilengkapi dengan dua lengan di sisi kanan dan kirinya. Hal itu guna mengangkat sampah hingga 600 gram. Sementara itu daya tampung dari bak sampah di kapal buatan mahasiswa tersebut mampu mencapai 11,5 kilogram.

Daya tampung tersebut dinilai mungkin untuk mengangkut sampah-sampah plastik di permukaan air. "Nanti bisa dibuat untuk skala besar, sekarang kan masih prototipe, jadi nanti daya tampungnya lebih besar pula" tambah rekan Kunti, Dani Prasetiyo selaku tim desainer kapal.

Untuk cara kerja kapal relatif mudah. Pasalnya, Patriot Plasma tersebut terintregasi dengan sistem elektronik otomatis. Sehingga sampah yang berada di permukaan air akan dideteksi oleh sensor yang selanjunya diangkut oleh bagan lengan kapal ke bak sampah yang berada di kapal.

"Kapal kami dapat dikendalikan secara otomatis maupun manual, karena sudah dilengkapi dengan radio kontrol terprogram," jelas Yusuf Mahesa.

Ia juga menjelaskan proses pembuatan kapal yang terbilang panjang. Apalagi saat penentuan desain dan konstruksi kapal. Itu disebabkan oleh kerja tim yang dilakukan untuk pembuatan Patriot Plasma tersebut harus menyatukan lima kepala alias lima buah pemikiran.

Namun, kapal pengangkut sampah plastik tersebut akhirnya berhasil dibuat dengan sentuhan tangan dosen pembimbing, Dr. Sukarni yang juga merupakan dosen Teknik Mesin.

Kapal ini juga telah diujicobakan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong, Lamongan Jawa Timur.

Mereka berharap ke depannya para mahasiswa tersebut dapat menggandeng pemerintah untuk mengembangkan kapal yang masih berupa prototipe tersebut sebagai solusi dalam mengoptimalkan pengurangan jumlah sampah di perairan Indonesia.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini