"Kini Kehinde dan Taiwo bekerja 12 jam sehari untuk menggiling paprika. Mereka mendapatkan 2 dolar per hari, dan menggunakan uang itu untuk memberi makan keluarga mereka," kisah gadis kelahiran 1997 tersebut.
Padahal, kata Malala, Taiwo mencintai matematika dan ingin menjadi seorang bankir. Sementara saudara kembar satunya, Kehinde bercita-cita menjadi perawat dan membantu orang sakit seperti ibunya yang kini tengah terbaring. "Tapi tak satu pun dari saudara perempuan ini, atau jutaan gadis Nigeria seperti mereka yang dapat mencapai impiannya tanpa pendidikan," imbuhnya.
Dalam perjalanannya ke Nigeria itu, Malala juga bertemu dengan Wakil Presiden Nigeria Yemi Osinbajo. "Saya mendesaknya, Menteri Pendidikan dan pejabat lainnya untuk menambahkan dana pendidikan. Membuat anggaran transparan dan mendorong semua negara di Nigeria untuk mengeluarkan Undang-Undang terkait Hak Anak," tegasnya.
Osinbajo kemudian, lanjut Malala, berjanji akan mengatasi krisis pendidikan di negaranya. "Dia (Osinbanjo) juga setuju bahwa Nigeria harus berinvestasi dalam dunia pendidikan. Ambisi saya tinggi. Saya akan terus bicara sampai semua perempuan bisa bersekolah termasuk Fatima, Kehinde, Taiwo, dan semua gadis yang saya temui dalam perjalanan saya," pungkasnya.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik