NIGERIA - Dalam perjalanannya ke Nigeria, Malala Yousafzai, seorang aktivis pendidikan yang namanya dikenal berkat perjuangannya meraih hak-hak perempuan, menceritakan sekelumit kisah gadis-gadis di Nigeria yang banyak mengalami putus sekolah.
"Nigeria adalah negara terkaya di Afrika, namun memiliki jumlah gadis putus sekolah tertinggi di dunia," kata Malala seperti dinukil dari The Guardian, Sabtu (29/7/2017).
Ia menjelaskan, Afrika mengalami penurunan dalam memberikan anggaran pendidikan. Diketahui pada 2014, pemerintah menghabiskan 9 persen anggaran, sedangkan di tahun ini hanya 6 persen saja. Padahal, tolok ukur di kancah internasional dalam belanja pendidikan adalah 20 persen dari keseluruhan anggaran.
"Di wilayah lain di Nigeria, pengeluaran pemerintah tak memadai. Korupsi dan kemiskinan membuat perempuan tidak mendapatkan hak pendidikan dan mengejar impian mereka," ungkap gadis Pakistan tersebut.
Di kesempatan yang sama ia juga mengisahkan tentang sepasang gadis kembar berusia 14 tahun yang tinggal di Kota Lagos, Nigeria. Mereka adalah Kehinde dan Taiwo. Ibu mereka terjangkit penyakit serius dan tak dapat bekerja sehingga mereka tak lagi memiliki uang untuk bersekolah. Sementara tidak ada sekolah negeri di kawasan tempat tinggal mereka.