SAMPANG - Di tengah rencana pemerintah terkait pendidikan karakter dan wacana Full Day School, rupanya masih banyak siswa di daerah Indonesia, salah satunya di Sampang yang mengalami putus sekolah.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Arief Budiansor menyebut sebanyak 83 siswa SD putus sekolah selama tahun ajaran 2016-2017.
Dari angka tersebut, sebanyak 70 persen dari SD Negeri, sedangkan sisanya berasal dari SD swasta.
"Rata-rata siswa yang putus sekolah di Sampang ini, karena diminta orang tuanya untuk membantu mereka bekerja," kata Arief di Sampang, Kamis (27/7/2017).
Ironisnya, kata dia, siswa SD yang putus sekolah tersebut rata-rata telah memasuki kelas VI. "Jadi yang naik kelas VI langsung berhenti, ada pula diantara mereka itu, saat hendak mengikuti ujian akhir sekolah," imbuhnya.