Share

Selama Ramadan, Guru di Purwakarta Diinstruksikan Dampingi Siswa Belajar Agama

Agregasi Antara, · Jum'at 26 Mei 2017 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 26 65 1700277 selama-ramadan-guru-di-purwakarta-diintruksikan-dampingi-siswa-belajar-agama-wbwEM4HoBm.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

PURWAKARTA - Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menginstruksikan para guru SD hingga SMP agar mendampingi siswanya belajar agama, berupa mengkaji Alquran dan kitab kuning selama bulan suci Ramadan.

"Seluruh guru harus melakukan monitoring aktif berupa pendampingan para pelajar saat belajar Alquran atau kitab kuning," kata Kepala Dinas Pendidikan setempat Rasmita, di Purwakarta, baru-baru ini.

Ia mengaku sudah menginstruksikan para guru di daerahnya agar aktif mendampingi pelajarnya masing-masing dalam belajar pendalaman ilmu agama selama Ramadan.

Selain melakukan pendampingan saat menjalani ilmu agama, keseharian pelajar juga akan dipantau. Itu dilakukan untuk mengukur penerapan pendidikan karakter di Purwakarta.

Pemkab Purwakarta akan meliburkan para pelajar tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama selama bulan suci Ramadan.

"Selama Ramadan, pelajar libur belajar formal di sekolahnya masing-masing. Pelajarannya diganti dengan pelajaran agama seperti belajar Alquran, kitab kuning, dan lain-lain," kata Bupati setempat Dedi Mulyadi.

Ia mengatakan, kegiatan belajar-mengajar di sekolah pada bulan Ramadan sebenarnya sudah tidak efektif. Ujiannya sudah dilaksanakan dan sudah memasuki akhir tahun pelajaran.

Atas hal itu, kegiatan belajar-mengajar selama Ramadan diarahkan untuk mengkaji kitab kuning, Alquran, dan pelajaran agama lainnya.

Untuk lokasi kegiatan belajar-mengajar, itu tidak diwajibkan di sekolah, tapi bisa digelar di masjid, pesantren, majlis ta'lim, sekolah, atau tempat lainnya.

Pemkab telah menyiapkan skema evaluasi melalui leading sektor Dinas Pendidikan setempat dan secara teknis masing-masing pihak sekolah. Evaluasi ini bertujuan untuk menakar sejauh mana kemampuan dan pemahaman pelajar terhadap materi yang telah mereka pelajari.

"Kalau masuk sekolah lagi nanti dievaluasi, berapa surat pendek yang mereka hafal, bisa tidaknya mereka membaca kitab kuning. Ada penilaian sejauh mana kemampuan pelajar kita," kata dia. (sus)

Follow Berita Okezone di Google News

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini