JAKARTA - Meski terus mengalami penurunan, angka tuna aksara di Indonesia masih tinggi di beberapa daerah. Di Papua misalnya, berdasarkan data 2015, persentasi buta aksara mencapai 28,61 persen dari total jumlah penduduknya. Sedangkan jumlah penduduk yang paling banyak menyandang tuna aksara adalah Jawa Timur, yakni 1.458.184 orang.
Dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional (HAI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berupaya melakukan berbagai program untuk menekan angka tuna aksara hingga mendekati nol. Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemdikbud, Harris Iskandar menuturkan, setidaknya ada tiga poin yang perlu dilakukan.
"Pertama, menumbuhkan kesadaran akan motivasi belajar. Sebab lemahnya motivasi belajar merupakan akar permasalahan dalam usaha penuntasan tuna aksara," ucapnya di Kemdikbud, Jakarta, Jumat (9/9/2016).
Poin kedua, yakni melakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta dalam upaya gerakan masif penuntasan tuna aksara. Misalnya, kata Harris, melalui program kuliah kerja nyata (KKN) di mana mahasiswa terjun langsung ke tengah masyarakat.
"Ketiga, mengintegrasikan program pendidikan keaksaraan dengan program-program pemberdayaan masyarakat lainnya. Hal ini dapat dimaksimalkan melalui dukungan anggaran APBN sebagai investasi dalam menciptakan masyarakat yang melek aksara," paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Harris juga mengapresiasi peran berbagai kalangan masyarakat yang turut mendukung gerakan pengentasan tuna aksara. Sementara strategi lain yang akan dilakukan Kemdikbud adalah dengan menyasar kelompok pengungkit, terutama kalangan wanita.
"Ke depan dengan gerakan pendidikan perempuan. Karena ini berhimpitan dengan kemiskinan yang paling banyak di desa. Perempuan desa yang miskin, tuna aksara ini coba diberi kesempatan, layanan, dan perhatian. Karena ternyata kalau diperhatikan mereka bisa hebat dan berdaya," tukasnya.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik