KUNINGAN - Di Hari Aksara Internasional yang jatuh pada hari Jumat ini, rupanya Indonesia mendapat kado dengan penurunan angka buta aksara yang kini angkanya mencapai 2,07 persen.
Setelah tahun lalu Indonesia masih memiliki angka buta huruf mencapai 3,6 persen atau sekira 5,9 juta penduduk, kini angka itu menurun hampir satu persen. Hal tersebut dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy.
"Bagi negara yang penduduknya terbesar ke-empat di dunia, ini merupakan prestasi yang luar biasa," kata Muhadjir saat kunjungan ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (8/9/2017).
Menurut Muhadjir, buta huruf tak hanya bisa membaca, menulis, dan menghitung saja, tetapi juga soal mendapatkan sesuatu dari membaca, menulis, dan menghitung.
"Jadi antara melihat dan tahu itu dua hal yang berbeda, membaca dan belajar dua hal yang berbeda serta mendengar dan menyimak itu dua hal yang berbeda," ungkapnya.