Menurut dia, ide membuat stetoskop elektronik itu muncul karena mereka kesulitan untuk membedakan suara normal dan abnormal dari jantung dan paru-paru.
"Kami kesulitan untuk tahu suara abnormal seperti apa. Mediskop diharapkan membantu para mahasiswa dan bisa dipakai di klinik kesehatan dan rumah sakit," katanya.
Dia mengemukakan, untuk membuat alat itu menghabiskan biaya sebesar Rp150 ribu. Meskipun demikian, Mediskop belum diproduksi massal karena masih terus dikembangkan.
"Mediskop nanti akan dilengkapi monitor kecil yang menampilkan data grafis suara jantung dan paru-paru," katanya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik