Lemahnya mental kalangan intelektual ini tidak hanya terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Dayat menyebut, negara kaya seperti Korea juga tidak luput dari risiko yang sama.
"Kurang apa coba Korea itu, mereka kaya. Tapi ternyata banyak anak mudanya yang bunuh diri. Nah kita jangan sampai mau digiring seperti itu, jadi mental juga harus kuat," tukasnya.
Doktor lulusan Univeritas Pasundan tersebut mengingatkan, seseorang hendaknya bisa menyeimbangkan kedua aspek ini, yaitu intelektualitas dan karakter unggul. Karena sekuat dan sebesar apa pun suatu negara, bila mental warganya lemah, maka lambat laun akan ambruk juga.
"Negeri yang dibangun hanya dengan kompetensi intelektualnya saja nantinya akan ambruk dan hancur. Nah, kita jangan sampai seperti itu. Kami inginnya seimbang, antara mental dan juga intelektual," tandasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik