JAKARTA - Penentu kesuksesan memang terletak pada kecerdasan akademis dan skill yang dimiliki seseorang. Namun pada kenyatannya, banyak juga orang-orang sukses yang akhirnya harus berakhir di hotel prodeo. Hal tersebut terjadi bukan karena kurangnya ilmu yang mereka miliki, melainkan lemahnya mental yang tertanam di diri mereka.
Di saat banyak kampus berbondong-bondong mengedepankan faktor kecerdasan, Universitas Pamulang (Unpam) mengambil sikap sedikit berbeda. Bagi sang rektor, Dr. H. Dayat Hidayat, M.M., karakter serta mental menjadi hal terpenting dalam mendidik generasi muda.
"Kecerdasan itu bisa diasah, tapi kalau akhlak itu sulit. Makanya kami berfokus pada akhlak mahasiswa, perilaku mereka serta karakternya," ungkap Dayat saat ditemui Okezone, belum lama ini.
Pandangan Dayat ini bukan tanpa dasar. Belakangan ini, banyak orang cerdas dibui lantaran tersandung berbagai kasus kriminal. Padahal secara intelektual, kepakaran mereka tidak perlu diragukan lagi.
Lemahnya mental kalangan intelektual ini tidak hanya terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Dayat menyebut, negara kaya seperti Korea juga tidak luput dari risiko yang sama.
"Kurang apa coba Korea itu, mereka kaya. Tapi ternyata banyak anak mudanya yang bunuh diri. Nah kita jangan sampai mau digiring seperti itu, jadi mental juga harus kuat," tukasnya.
Doktor lulusan Univeritas Pasundan tersebut mengingatkan, seseorang hendaknya bisa menyeimbangkan kedua aspek ini, yaitu intelektualitas dan karakter unggul. Karena sekuat dan sebesar apa pun suatu negara, bila mental warganya lemah, maka lambat laun akan ambruk juga.
"Negeri yang dibangun hanya dengan kompetensi intelektualnya saja nantinya akan ambruk dan hancur. Nah, kita jangan sampai seperti itu. Kami inginnya seimbang, antara mental dan juga intelektual," tandasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik