Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minat Baca Rendah, Ini Alasannya

Iradhatie Wurinanda , Jurnalis-Selasa, 27 Oktober 2015 |06:48 WIB
Minat Baca Rendah, Ini Alasannya
Anak-anak membaca buku yang dibawa mobil perpustakaan keliling. (Foto: dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Membaca buku belum membudaya di tengah masyarakat Indonesia. Bahkan, banyak yang menganggap bahwa yang gemar membaca adalah orang-orang pintar saja.

Terkait kondisi tersebut, Kepala Perpustakaan Nasional, Sri Sularsih mengatakan, penyebab masyarakat enggan membaca yakni tak tersedianya bahan bacaan. Apalagi, Indonesia banyak penduduk yang ada di pedesaan.

"Di kota relatif lebih mudah cari buku bacaan. Tapi coba lihat di desa, cari buku saja susah," ujar Sri dalam kegiatan PerpuSeru, di Jakarta, baru-baru ini.

Meski begitu, Sri juga tidak setuju dengan anggapan minat baca masyarakat Indonesia rendah. Pasalnya, jika buku ada di sekitar masyarakat, mereka sangat antusias untuk belajar dan membaca.

"Misalnya ada komunitas di Garut yang mengundang masyarakat untuk latihan membaca bahasa Inggris, kemudian lomba untuk pidato. Ternyata banyak peminatnya. Bahkan, sehari-hari bisa sampai 200 anak yang datang," imbuhnya.

Pendapat serupa disampaikan Direktur Program PerpuSeru, Erlyn Sulistyaningsih. Menurut hasil evaluasi perpustakaan mitra PerpuSeru yang dilakukan setiap tahun, kegiatan di perpustakaan dan kemudian ada komputer beserta internet ternyata membuat minat baca meningkat.

"Hampir semua atau sekira 90 persen menyatakan bahwa mereka jadi suka membaca dan mencari inspirasi dari perpustakaan," terangnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement