Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tantangan Menristek Dikti untuk Undana

Antara , Jurnalis-Senin, 01 Juni 2015 |15:09 WIB
Tantangan Menristek Dikti untuk Undana
Menristek Dikti M Nasir menantang civitas akademika Undana, Kupang, mengembangkan potensi sapi dan pertanian NTT. (Foto: dok. Okezone)
A
A
A

Sebelumnya, Nasir juga meninjau langsung proses pengembangan sapi di desa Fatuteta Kabupaten Kupang dan berdialog dengan sejumlah petani di daerah itu. Dalam dialog tersebut, Menristek Dikti mengharapkan para petani di NTT khususnya di Pulau Timur bisa mengembangkan dengan menanam padi "Sidenuk" pengembangan Kemenristek dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional yang menghasilkan riset padi yang hasil panennya bisa mencapai 9-10 ton hektare.

"Saya sudah berbicara dengan petani di desa Fatuteta agar menggunakan padi itu, sehingga jika panen raya, bisa lebih dari 4 ton per hektare pada musim hujan," tuturnya.

Penggunaan bibit padi "Sidenuk" tersebut terbukti, dalam panen raya yang digelar di Boyolali, Jawa Tengah, hasil panennya mencapai 11,9 ton per hektare. Sehingga, Nasir meyakini, jika dikembangkan di NTT maka ia dapat menjadi provinsi pengembang padi dan sumber distribusi ke provinsi-provinsi lainnya.

Di samping itu, Nasir juga mengimbau agar para petani mengembangkan padi gogo yang dapat ditanam saat musim kemarau panjang. Selain pengembangan sapi dan pertanian, Nasir juga menilai NTT dapat menjadi provinsi pengembang kemaritiman.

Setelah berdialoh bersama civitas akademika Undana, Nasir diagendakan akan kembali mengadakan pertemuan dengan sejumlah mahasiswa dari Universitas Uyelindo dan PGRI Kupang.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Halaman:
Lihat Semua
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement