JAKARTA - Saat ini Universitas Indonesia (UI) sedang mencari rektor. Mahasiswa UI pun memiliki kriteria rektor ideal di antara tiga nama calon pemimpin kampus yang telah ditetapkan Majelis Wali Amanah (MWA).
Mahasiswi jurusan ilmu ekonomi, Dwinia Emil, menyatakan, rektor baru harus dapat memberi dukungan kepada mahasiswa UI untuk bisa ke kancah internasional.
"Misalnya, mendukung kegiatan atau perlombaan yang diikuti mahasiswa di luar negeri, termasuk misi kebudayaan di negara lain. Sehingga, potensi-potensi mahasiswa dieksplorasi lebih luas," ujarnya, saat dihubungi Okezone, Rabu (12/11/2014).
Cewek yang akrab disapa Emil itu mengimbuhkan, rektor baru harus memiliki sikap kepemimpinan. Dia juga harus memiliki visi yang besar dan mencakup seluruh civitas akademika, karena UI sangat besar.
Selain itu, rektor baru harus berpegang teguh pada tridarma pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat harus kental. Riset juga harus dikuatkan, universitas harus mampu mengembangkan inovasi-inovasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
"Di sisi lain, rektor baru harus mampu dekat dan memperhatikan mahasiswa dari semua program studi (prodi), termasuk mahasiswa vokasi," tutur mahasiswi kelahiran Jakarta 23 Agustus 1993 itu
Bagi mahasiswa jurusan Administrasi Fiskal, Fikri Abdul Malik, rektor baru harus mampu mengembalikan UI sebagai kampus rakyat. Selain itu, rektor juga harus mampu mewujudkan sistem pendidikan kemahasiswaan dan keuangan secara terintegrasi, sehingga tidak simpang siur.
"Rektor baru harus tegas dalam mengambil keputusan dan dapat menerima saran dari mahasiswa, dosen dan civitas akademika. Setidaknya dia pernah menjadi dekan di fakultas, sehingga dia mengerti tentang kampus UI," kata mahasiswa kelahiran Bogor, 3 April 1994 itu.
Sementara itu, menurut mahasiswi Vokasi Broadcasting UI, Ngungrum Isdarmaji, rektor baru UI harus bisa mengatasi berbagai permasalahan di kampus seperti status akademis pendidikan vokasi. Sang rektor, kata Ngungrum, juga harus bisa mewujudkan transparansi keuangan di UI.
"Rektor juga harus bisa mempercepat pembangunan gedung baru yang hingga saat ini terbelengkalai, jangan sampai tidak diteruskan," tuturnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)