JAKARTA – Sabrina Chairunnisa menjadi sorotan setelah mengumumkan telah menyelesaikan Yonsei University Summer Special 2026 Program di Korea Selatan. Di balik kabar tersebut, muncul perdebatan di media sosial karena sebagian warganet membandingkan program yang diikutinya dengan studi doktoral (S3) di Universitas Indonesia yang sebelumnya ia tinggalkan.
Perbincangan itu semakin ramai lantaran beberapa waktu lalu Sabrina mengumumkan pengunduran dirinya dari program S3 di Universitas Indonesia. Warganet kemudian ramai berkomentar bahwa program yang diikutinya di Korea Selatan tidak setara dengan pendidikan doktoral.
Pasalnya, program tersebut merupakan summer program atau program jangka pendek dan bukan pendidikan bergelar (degree). Topik ini menjadi perbincangan di media sosial X setelah Sabrina membagikan foto dirinya mengenakan toga usai menyelesaikan program tersebut.
Seorang pengguna X dengan akun @NotABab* menjelaskan bahwa program yang diikuti Sabrina merupakan kursus bahasa Korea yang berada di bawah naungan Yonsei University.
"FYI bukan maksud menggampangkan pencapaiannya, aku baca lagi ini tuh 연세대어학당 alias lembaga bahasa. Jadi dia baru menyelesaikan kursus bahasa Korea di lembaga bahasa yang kebetulan di bawah naungan Yonsei, jadi bukan official degree ya. Kalau di Indonesia kayak menyelesaikan kelas BIPA," tulisnya.
Warganet lain juga menjelaskan bahwa summer program merupakan program akademik jangka pendek yang terbuka bagi masyarakat umum.
"FYI ini summer program ya ges, siapapun bisa join dan bukan berarti doi siswa lulusan Yonsei. Sekolah di luar negeri kayak Harvard sama Oxford pun buka summer program, nanti ada pilihan course-nya," tulis akun X @rhnd*.
Komentar serupa juga disampaikan akun @BobFos** yang menilai perbandingan dengan pendidikan doktoral kurang tepat.
"Ini bukannya kayak kursus di STB Lia ya? Cuma under Yonsei University, jadi dibandingkan sama S3 ya kurang tepat," tulisnya.
Perdebatan mengenai program yang diikuti Sabrina semakin mencuat karena sebelumnya ia sempat mengumumkan mundur dari program doktor (S3) di Universitas Indonesia.
Meski demikian, sejumlah warganet mengingatkan bahwa summer program, kursus bahasa, dan program gelar akademik merupakan jenis pendidikan yang berbeda. Mereka menilai mengikuti program singkat di universitas ternama tetap dapat memberikan pengalaman belajar dan wawasan internasional, meskipun tidak setara dengan pendidikan sarjana, magister, maupun doktor.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)