HASIL Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI dan SMP/MTs tahun 2026 resmi diumumkan. Berdasarkan data nasional yang dirilis Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, rata-rata nilai matematika masih berada di kisaran angka 40.
Rata-rata nilai TKA SD SMP 2026 untuk mata pelajaran lainnya juga sudah diumumkan. Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, nilai rata-rata mencapai 60.
Melalui unggahan Instagram resmi @Litbangdikbud, dijelaskan bahwa hasil TKA tidak hanya menjadi nilai akhir. Nilai ini juga menggambarkan capaian akademik peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
“Hasil TKA SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat resmi sudah keluar. Sobat Belajar kini dapat melihat hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai gambaran capaian akademik yang telah diperoleh selama proses pembelajaran,” tulis akun Instagram resmi Litbangdikbud.
Data tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan kemampuan numerasi siswa masih menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan Indonesia. Sebaliknya, kemampuan literasi dalam Bahasa Indonesia terlihat lebih baik pada kedua jenjang pendidikan tersebut.
Pada tingkat SD/MI/sederajat, rata-rata nilai Bahasa Indonesia tercatat sebesar 60,14. Bahkan, ribuan siswa berhasil memperoleh nilai sempurna 100.
Sementara itu, pada jenjang SMP/MTs/sederajat, nilai rata-rata Bahasa Indonesia sedikit lebih tinggi. Nilainya mencapai 60,83.
Berbeda dengan hasil Bahasa Indonesia, capaian matematika masih relatif rendah. Pada tingkat SD/MI/sederajat, rata-rata nilai matematika berada di angka 43,41. Sedangkan pada tingkat SMP/MTs/sederajat, rata-rata nilainya turun menjadi 40,34.
Meski demikian, masih ada sejumlah siswa yang berhasil meraih nilai sempurna dalam mata pelajaran matematika. Namun, jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan perolehan nilai sempurna pada Bahasa Indonesia.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa hasil TKA bukan sekadar angka akhir. Ini gambaran kemampuan akademik peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
Data tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kualitas pendidikan. Khususnya, dalam bidang numerasi.
Rendahnya capaian matematika juga memunculkan perhatian terhadap metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Penguatan kemampuan berhitung, logika, dan pemecahan masalah dinilai perlu menjadi fokus agar kualitas pendidikan dapat meningkat secara merata.
Dengan hasil TKA 2026 ini, pemerintah diharapkan dapat menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif agar kemampuan akademik siswa, terutama dalam Matematika, dapat terus meningkat di masa mendatang.
(Djanti Virantika)