"Sejak 2024, kontribusi ini memperkuat upaya pengelolaan konservasi berbasis data, sekaligus mendukung pemerintah dalam usaha pelestarian macan tutul Jawa di Indonesia," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn.
Sementara itu, petugas Balai Besar TNBTS, Tuangkat. Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai kunci keberlangsungan hidup satwa liar.
“Macan tutul itu bukan untuk dilawan, tapi dijaga keberadaannya. Kami percaya, kalau hutan tetap lestari, mereka tidak akan turun ke pemukiman. Kuncinya sederhana: jaga hutannya, hormati alamnya. Dengan begitu, manusia dan macan tutul bisa hidup berdampingan,” tuturnya.
Di tengah tekanan terhadap ekosistem Pulau Jawa, upaya konservasi macan tutul tidak hanya berfokus pada penyelamatan satu spesies, tetapi juga menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan alam secara menyeluruh.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)