Tantangan Konservasi Macan Tutul Jawa di Tengah Perubahan Lingkungan

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Senin 04 Mei 2026 19:12 WIB
Tantangan Konservasi Macan Tutul Jawa di Tengah Perubahan Lingkungan (Foto: Okezone)
Share :

"Hutan adalah rumah mereka, dan kehadiran manusia di sekitarnya pasti membawa dampak. Selama kita tidak mengganggu atau memprovokasi, satwa seperti macan tutul Jawa juga tidak akan menyerang. Maka, jika berbagi ruang semakin sulit, berbagi waktu adalah solusi yang paling realistis untuk tetap hidup berdampingan,” kata Hariyo.

Ia juga menekankan pentingnya data yang akurat dalam menentukan arah kebijakan konservasi. Tanpa informasi yang memadai mengenai jumlah individu, struktur populasi, dan konektivitas habitat, upaya pelestarian berisiko tidak tepat sasaran.

Di tingkat masyarakat, kesadaran untuk hidup berdampingan dengan satwa liar juga menjadi faktor penting. Warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan umumnya memahami bahwa kemunculan macan tutul di permukiman berkaitan dengan terganggunya ekosistem.

“Macan tutul itu satwa liar, jadi nalurinya memang begitu, apalagi kalau dekat ternak warga. Tapi kami juga paham, mereka turun ke dekat kampung pasti ada sebabnya. Bisa jadi ekosistemnya sudah terganggu,” ujar Randi, warga Ranu Pani.

Ia menilai solusi utama bukan mengusir satwa, melainkan menjaga habitat alaminya. “Kalau tempatnya aman, mereka tidak akan turun ke warga. Jadi sebenarnya bukan soal mengusir, tapi bagaimana kita sama-sama menjaga supaya manusia dan macan tutul bisa tetap hidup berdampingan.”

Sejalan dengan hal ini, Bakti BCA bersama Kementerian Kehutanan RI, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) dan Yayasan SINTAS Indonesia menjalankan Java Wide Leopard Survey (JWLS) di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai dukungan terhadap penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) macan tutul Jawa (Panthera pardus melas). 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya