Profil dr. Myta Aprilia, Dokter Magang yang Meninggal Dunia Usai Tetap Jaga saat Sakit

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Senin 04 Mei 2026 16:40 WIB
Profil dr. Myta Aprilia, Dokter Magang yang Meninggal Dunia Usai Tetap Jaga saat Sakit (Foto: Instagram)
Share :

JAKARTA - Profil dr. Myta Aprilia, dokter magang yang meninggal dunia usai tetap jaga saat sakit. Kabar meninggalnya seorang dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi menjadi sorotan publik. dr. Myta Aprilia dilaporkan wafat setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Mohammad Hoesin, Palembang.

Peristiwa ini menjadi viral karena sebelum meninggal, dr. Myta diketahui dalam kondisi sakit namun tetap menjalankan tugas. Ia disebut sudah mengalami keluhan kesehatan sejak Maret 2026, bahkan sempat dalam kondisi kritis, tetapi masih dijadwalkan menjalani tugas jaga malam meski mengalami sesak napas dan demam tinggi.

Profil Myta Aprilia

dr. Myta Aprilia tengah menjalani program internship atau magang di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. Sebelumnya, ia juga pernah menjalani masa praktik di beberapa rumah sakit, termasuk RSUD K.H. Daud Arif. dr. Myta Aprilia juga pernah menjalani koas di RS Mohammad Hoesin Palembang.

Riwayat Pendidikan:

  • SDN 2 Belambangan
  • SMPN 1 Muaradua
  • SMAN 1 Muaradua
  • Lulusan kedokteran dari Universitas Sriwijaya

Beban Kerja yang Berat

Dalam keterangan resminya, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya menyampaikan hasil penelusuran internal terkait kondisi kerja yang dijalani dr. Myta selama masa internship. Dari hasil tersebut, ditemukan indikasi adanya ketidaksesuaian dalam sistem kerja.

Salah satu poin yang disoroti adalah jam kerja yang dinilai tidak sesuai aturan serta kurangnya pengawasan dari pembimbing. Bahkan, disebutkan adanya beban kerja tinggi tanpa waktu libur hingga tiga bulan, baik di bangsal maupun instalasi gawat darurat (IGD).

Selain itu, kondisi kesehatan dr. Myta diduga tidak mendapat perhatian yang memadai. Ia tetap dijadwalkan bekerja meski telah mengeluhkan sakit sejak Maret 2026, termasuk menjalani tugas jaga malam.

Dalam kondisi fisik yang menurun, seperti sesak napas dan demam tinggi, dr. Myta tetap bertugas. Bahkan, disebutkan kadar saturasi oksigennya sempat berada di angka 80 persen sebelum akhirnya mendapat penanganan medis.

IKA FK Unsri juga menyoroti dugaan kendala administratif dalam pelayanan kesehatan. Disebutkan bahwa ketersediaan obat di rumah sakit sempat tidak mencukupi, sehingga pasien harus mencari obat secara mandiri di luar fasilitas.

Tak hanya itu, terdapat pula dugaan adanya tekanan serta pembatasan informasi oleh oknum pembimbing. Kondisi ini dinilai berdampak pada dokter internship yang ingin menyampaikan situasi kerja mereka.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya