Pengembangan Smart Febrile Patch untuk Skrining Dini Penyakit Infeksi
Dalam ajang PILMAPRES 2026, Tiffney mengangkat gagasan kreatif berjudul “Pengembangan Smart Febrile Patch Berbasis Multi-Biomarker (Suhu, pH, Laktat) Sebagai Sistem Skrining Dini Keparahan Penyakit Infeksi Berbasis Demam di Kabupaten Tangerang.”
Tiffney menjelaskan bahwa gagasan tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap tingginya kasus demam yang sering kali tidak ditangani secara tepat karena minimnya parameter objektif untuk menilai tingkat keparahan kondisi pasien secara mandiri.
“Demam sering menjadi gejala awal infeksi, tetapi masyarakat belum memiliki parameter objektif untuk menentukan apakah kondisinya masih aman atau sudah memasuki fase kritis. Akibatnya, banyak terjadi keterlambatan penanganan medis dan penggunaan antibiotik secara tidak rasional melalui swamedikasi,” jelas Tiffney.
Ia juga menyoroti kondisi di Kabupaten Tangerang yang menjadi latar belakang pengembangan inovasi tersebut. Pada Juni 2025, tercatat 56% kasus penyakit infeksi berstatus suspek dengan penyebaran kasus di wilayah Tigaraksa dan Sodong.
Sebagai solusi, Tiffney mengembangkan konsep Smart Febrile Patch, yaitu sensor wearable non-invasif berbasis keringat yang mampu memantau biomarker fisiologis secara real-time. Teknologi ini dirancang untuk membantu masyarakat melakukan skrining awal terhadap tingkat keparahan penyakit infeksi berbasis demam.