Tak Hanya Laki-Laki, Ini Peran Perempuan sebagai Lulusan dan Profesi Arsitek

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Selasa 19 Desember 2023 17:15 WIB
Jurusan arsitek tak hanya dikuasai laki-laki tetapi juga perempuan (Foto: Nippon Paint)
Share :

JAKARTA - Benarkah seorang arsitek merupakan profesi yang dikuasai laki-laki? Arsitektur memang identik dengan gambar dan desain. Namun di era kesetaraan gender, tak hanya laki-laki, perempuan masa kini juga banyak lho yang berprofesi sebagai arsitek.

Dilansir dari laman resmi Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Selasa (19/12/2023), memang benar, jurusan arsitektur didominasi oleh pria. Maka jika kamu perempuan, maka harus bersiap akrab dengan mereka

Bagi kamu yang ingin mengambil jurusan arsitektur perlu mengetahui bahwa jumlah mahasiswi di bidang ini tidak sebanyak jumlah mahasiswanya. Sebenarnya, ini tidak hanya berlaku untuk teknik arsitektur, tetapi juga untuk jurusan teknik lainnya.

Jika kamu berasal dari SMK/STM, kamu mungkin sudah tahu bahwa jurusan ini didominasi oleh laki-laki, jadi tidak begitu heran ya. Namun jika kamu berasal dari SMA, maka mulailah untuk terbiasa berada di lingkungan dengan jumlah laki-laki yang lebih banyak dibandingkan jumlah perempuan.

Memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember, komunitas Ibu Arsitek dalam gelaran Selebrasi 5 Tahun Ibu Arsitek mewarnai dunia arsitektur di Indonesia. Ibu Arsitek memulai perjalanannya pada 22 Desember 2018 di Dia.Lo.Gue Kemang, Jakarta Selatan, bertepatan pada Hari Ibu Nasional, yaitu hari untuk memperingati kongres perempuan Indonesia pertama pada 22 Desember 1928. Selebrasi 5 Tahun Ibu Arsitek merupakan perayaan 5 tahun komunitas Ibu Arsitek untuk memberikan kesempatan bagi para arsitek perempuan Indonesia agar dapat terhubung lebih luas.

 BACA JUGA:

“Kami ingin menyoroti pentingnya peran dan dukungan sesama perempuan dan lingkungan terdekat dalam mengatasi tantangan yang dihadapi perempuan di bidang arsitektur di Indonesia. Selebrasi ini bukan hanya menampilkan karya, tetapi juga cerita perempuan Indonesia yang menonjolkan realitas dan kontribusi mereka dalam arsitektur. Konsep pameran ini adalah mengangkat profil perempuan di dunia arsitektur dengan variasi praktik, latar belakang, domisili, dan generasi,” kata Osrithalita Gabriela selaku Event Director ‘Selebrasi 5 Tahun Ibu Arsitek’ kepada wartawan, Selasa (19/12/2023).

Kurator pameran, Fauzia Evanindya dan Stephanie Larassati memilih sebelas host pameran yang kemudian melakukan kurasi dan mengumpulkan lebih dari 70 profil perempuan Indonesia di arsitektur, menonjolkan kekuatan, perjalanan, kepribadian, dan kontribusi mereka. Rangkaian kegiatan Selebrasi 5 Tahun Ibu Arsitek yang berlangsung di Dia.Lo.Gue Kemang, Jakarta Selatan, dimulai sejak 14 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024. Rangkaian acara ini meliputi pameran, diskusi, lokakarya, dengan puncak acara pertemuan Ibu Arsitek pada 22 Desember. Kegiatan ini merupakan simbol pertumbuhan, transformasi, dan dampak positif perempuan dalam arsitektur.

“Geliat praktisi perempuan yang terus bertumbuh dan menciptakan karya-karya luar biasa dalam dunia arsitektur di Indonesia, tentunya patut kita apresiasi dan beri dukungan. Untuk itu kami turut serta dalam kegiatan ini dengan memfasilitasi pengecatan instalasi pameran karya-karya yang mengagumkan dari komunitas Ibu Arsitek,” kata Mark Liew, General Manager (TU Division) Nippon Paint,.

Mark Liew menambahkan pihaknya terus berupaya untuk memberikan dukungan-dukungan serta apresiasi terhadap dunia arsitektur di Indonesia, khususnya dalam kesempatan kali ini, penghormatan kepada insan arsitek perempuan Indonesia. Sehingga diharapkan dapat memaksimalkan potensi-potensi luar biasa yang berdampak pada kemajuan dunia arsitektur di Indonesia.

 BACA JUGA:

Mitos Fakta Arsitek

 

Mitos bahwa seorang arsitek harus jago menggambar tidak sepenuhnya benar. Di jurusan arsitek kamu memang harus bisa menggambar, tetapi tidak harus ahli sebagaimana anak-anak di jurusan desain seni rupa dan desain interior. Hal paling penting ketika kuliah di jurusan arsitek adalah kamu memiliki inovasi, kreativitas, imajinasi dan gebrakan baru untuk mendesain suatu ruangan/bangunan yang baru dan beda dari yang lain. Namun tidak bisa asal beda dari yang lain, tentu saja semua imajinasi tersebut harus dapat direalisasikan dengan logika dan perhitungan matematika dan fisika.

Peralatan arsitektur mahal. Biaya kuliah di jurusan arsitek memang tidak semahal kuliah di jurusan kedokteran. Namun, kamu masih harus mengeluarkan dana untuk membeli peralatan yang biasa digunakan oleh seorang mahasiswa arsitektur seperti untuk membeli drawing pen, pensil mekanik, rapido, penggaris, tabung dan berbagai jenis kertas yang digunakan untuk kepentingan kuliah. di semester pertama jurusan arsitektur, kamu bakal disuguhi daftar peralatan yang mesti dimiliki untuk mendukung kelancaran selama pembelajaran.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya