JAKARTA - Calon Presiden Ganjar Pranowo mengungkapkan keprihatinannya tentang situasi dunia kerja ketika membahas isu-isu terkini. Ganjar juga membahas penutupan TikTok Shop oleh pemerintah.
Pernyataan ini dia sampaikan dalam sebuah webinar yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Hukum Gadjah Mada (Kagama) dengan tema 'Peluang dan Tantangan Menghadapi Dunia Kerja' melalui platform Zoom pada Kamis (12/10/2023). Ganjar awalnya menekankan perlunya melakukan modernisasi dalam sistem kerja.
"Dalam hal pertama, kita perlu melakukan modernisasi terhadap seluruh sistem kerja yang ada. Kedua, kita juga harus memahami perubahan yang sedang terjadi di dunia saat ini. Saat ini, banyak hal yang berubah, situasi dunia tidak berjalan dengan baik. Ini bisa terkait dengan penciptaan lapangan kerja, kondisi bisnis, bahkan bisnis yang berjualan di TikTok Shop. Dan sekarang, banyak orang bingung dengan perubahan ini," ungkap Ganjar.
Hal inilah yang menjadi keresahan dari Ganjar Pranowo yang menginginkan bahwa mata kuliah umum di setiap kampus memerlukan pelajaran tentang digitalisasi. Karena Dia menyebutkan bahwa teknologi digital sekarang sudah seperti makanan sehari-hari.
"Oleh karena itu, dalam masa sebelumnya, sektor pendidikan harus mempersiapkan mental setiap individu. Ketika saya bercanda dengan rekan-rekan ilmuwan, peneliti, dan lainnya, kami berbicara bahwa di masa lalu, dalam kurikulum pendidikan tinggi terdapat mata kuliah dasar umum seperti MDU, kewirausahaan, Pancasila, dan Agama. Namun sekarang, kita perlu menambahkan elemen digital karena semuanya akan terkait dengan penggunaan teknologi digital," ujar Ganjar
"Selanjutnya, penggunaan teknologi digital telah menjadi suatu rutinitas yang sama pentingnya dengan kebutuhan sehari-hari kita seperti makan dan bernafas. Oleh karena itu, orang akan menjadi terbiasa dengan bekerja menggunakan teknologi dan mengikuti perkembangannya," tambahnya.
Lebih lanjut, ketika kemampuan digital ini telah dikuasai, dia mengatakan bahwa masyarakat dapat memilih apakah ingin menjadi karyawan atau memulai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ganjar sendiri meyakini bahwa peluang untuk menjadi pengusaha di Indonesia masih sangat besar.
Ganjar mengerti bahwa nantinya digital skill akan semakin dibutuhkan seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang mulai untuk bertransformasi ke ranah digital.
Perkembangan teknologi yang cepat telah mendorong perusahaan-perusahaan untuk bersaing dalam memanfaatkan teknologi guna meningkatkan efisiensi operasional mereka. Kesempatan untuk membangun karier profesional dengan keterampilan digital juga semakin terbuka.
Inilah 5 digital skill yang sangat dibutuhkan di dunia kerja di masa depan: