Ia menuturkan nanti akan berkomunikasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI terkait rencana tersebut.
Gus Yahya mengatakan bahwa fikih peradaban merupakan platform yang disiapkan sebagai titik temu bagi para ulama yang saling berbeda pandangan dalam menyikapi hal-hal strategis di tengah peradaban manusia di dunia.
"Maka PBNU berikhtiar untuk menyediakan satu platform bagi para ulama yang mungkin saling berbeda pendapat untuk menemukan kata putus tentang hal-hal paling strategis di dalam kehidupan umat manusia ini di tengah-tengah masyarakat dunia yang penuh keragaman," kata Gus Yahya.
BACA JUGA:
Sebelumnya, pada 6 Februari 2023, PBNU telah memulai pembahasan mengenai gagasan fikih peradaban dengan menggelar Muktamar Internasional Fikih Peradaban I di Surabaya melibatkan ulam berbagai negara di dunia.
( Muhammad Fadli Rizal)